Mahasiswa Sastra Inggris Ukrida Raih Juara 2 Lomba Public Speaking DoE VOICE 2026

Publish by Humas  |  14 Oktober 2026  |  63

fakultas-ilmu-sosial-dan-humaniora

Salsabilla Dewi Haerina, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Ukrida angkatan 2025, berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Public Speaking pada ajang DoE VOICE 2026.

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Salsabilla Dewi Haerina, mahasiswa semester 3 dari Program Studi Sastra Inggris, sukses mendapatkan gelar Juara 2 dalam lomba Public Speaking pada ajang DoE VOICE 2026 yang diselenggarakan oleh Department of English Universitas Negeri Malang melalui kompetisi pembuatan video public speaking secara daring.

Keikutsertaan Salsabilla dalam kompetisi ini bermula dari dorongan para dosen pengajarnya. Informasi mengenai lomba tersebut ia dapatkan dari Yunias Monika, S.Pd., M.Hum., dosen mata kuliah Listening and Speaking, serta Hanna Juliaty, S.S., M.A., dosen Reading and writing. Melihat ajang DoE VOICE 2026 sebagai peluang emas untuk mengeksplorasi potensi diri di luar ruang kelas, Salsabilla pun memantapkan diri untuk berpartisipasi.

Pilihannya jatuh pada bidang Public Speaking karena ketertarikannya dalam berdiskusi, bertukar pikiran, serta mengulas suatu topik dari berbagai sudut pandang. Bagi Salsabilla, public speaking bukan sekadar tampil dan berbicara di depan umum, melainkan sebuah proses seni mengolah gagasan. “Buat aku, hal yang menarik dari public speaking adalah bagaimana kita bisa mengubah ide yang ada di pikiran menjadi sesuatu yang bisa dipahami dan dirasakan oleh orang lain. Lomba ini bukan sekadar tentang berbicara di depan umum, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan pemikiran dengan baik dan bermakna,” ungkapnya.

Selama proses kompetisi, tantangan terbesar yang dihadapi Salsabilla adalah menyampaikan gagasan yang jelas, menarik, dan berbobot di tengah keterbatasan waktu. Ia mengatasi hal tersebut dengan persiapan matang, menyusun struktur poin utama, serta mengutamakan pemahaman mendalam atas materi daripada sekadar menghafal teks. Menurutnya, pemahaman materi yang kuat memungkinkan penyampaian yang lebih natural dan membangun koneksi yang nyata dengan audiens.

Atas pencapaian ini, Salsabilla memberikan dorongan semangat bagi sesama mahasiswa UKRIDA yang ingin mencoba tantangan di ajang kompetisi. Merefleksikan strateginya, ia mengutip salah satu prinsip dari buku The 48 Laws of Power karya Robert Greene, yaitu Law 28: Enter Action with Boldness.

“Terkadang kita terlalu banyak berpikir apakah kita sudah cukup mampu untuk mencoba sesuatu, padahal ada banyak hal yang baru bisa kita pelajari ketika kita benar-benar mengambil langkah pertama. Jadi, untuk teman-teman Ukrida, jangan ragu untuk mengambil kesempatan yang ada. Kita tidak harus tahu semuanya dari awal, tetapi harus punya kemauan untuk belajar. Menang memang menyenangkan, tetapi pengalaman dan proses belajar selama perjalanan itu memiliki nilai yang sangat besar,” tutur Salsabilla.

Pencapaian ini menjadi wujud nyata komitmen Ukrida dalam mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa untuk terus bertumbuh, mengasah keterampilan linguistik serta soft skills, dan berani mengambil peluang untuk memberikan dampak positif di tingkat publik.

 

Angelicya Theophila Duarta -712023016

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait