Ukrida Cetak 36 Insinyur Perdana, Bawa Semangat Green Engineering

Publish by Humas  |  29 September 2026  |  41

all fakultas-teknologi-cerdas

Sebanyak 36 lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Cerdas Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) resmi menyandang gelar Insinyur (Ir.) dalam Pelantikan dan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan ke-1, Jumat, 25 September 2026, di Hotel Mercure Grogol, Jakarta Barat.

Sebanyak 36 lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknologi Cerdas Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) resmi menyandang gelar Insinyur (Ir.) dalam Pelantikan dan Sumpah Profesi Insinyur Angkatan ke-1, Jumat, 25 September 2026, di Hotel Mercure Grogol, Jakarta Barat. Mengusung tema “Empowering Engineers for Green Innovation and Sustainable Future”, momentum ini menjadi tonggak sejarah lahirnya generasi pertama insinyur Ukrida.

Ke-36 insinyur tersebut berasal dari Badan Kejuruan Teknik Elektro sebanyak 8 orang, Teknik Industri 7 orang, dan Teknik Sipil 21 orang, dengan IPK rata-rata 3,72. Namun, gelar Ir. bukan sekadar pencapaian akademik. Ketua PSPPI Ukrida, Ir. Yusak Sutikno, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., menegaskan bahwa pengambilan sumpah menandai dimulainya tanggung jawab profesional untuk menggunakan kompetensi keinsinyuran bagi keselamatan, kesejahteraan masyarakat, kepentingan publik, dan kelestarian lingkungan.

Sebagai angkatan pertama, para lulusan juga menjadi pionir perjalanan PSPPI Ukrida. Dekan Fakultas Teknologi Cerdas Ukrida, Ir. Eddy Wijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menekankan bahwa reputasi program profesi ini ke depan tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi melalui bagaimana para insinyur membawa ilmu, nilai, dan etika profesi ke dalam dunia nyata. Semangat tersebut sejalan dengan identitas Green Engineering yang menjadi salah satu kekuatan PSPPI Ukrida. Para insinyur didorong untuk tidak hanya memikirkan apakah sebuah solusi dapat dibangun, tetapi juga apakah solusi tersebut aman, berkelanjutan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang. 

Pesan tentang tanggung jawab profesi juga disampaikan Ir. Roberto Orlando Pakan, perwakilan insinyur baru. Menurutnya, gelar Ir. merupakan tanggung jawab yang secara sadar dipilih. Karena itu, para insinyur diharapkan terus mengembangkan kompetensi, menjunjung etika dan integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi pekerjaan, masyarakat, generasi mendatang, dan lingkungan. Pendidikan profesi yang dijalani para peserta pun berangkat dari berbagai persoalan nyata. Mulai dari optimalisasi sistem gudang, pengembangan drone untuk komunikasi darurat, teknologi kesehatan berbasis IoT, energi terbarukan, sistem ketenagalistrikan, robotika, hingga proyek jalan, irigasi, bangunan, dan fasilitas olahraga. Ragam pengalaman tersebut memperlihatkan luasnya peran insinyur dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Rektor Ukrida, Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyebut momentum ini sebagai bagian dari sejarah awal pendidikan profesi insinyur di Ukrida. Para lulusan yang telah memiliki pengalaman profesional kini membawa kompetensi tersebut ke dalam kerangka profesi yang menuntut integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan pada keselamatan serta kepentingan publik. Pesan senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan BPTK Krida Wacana, Ir. Bambang Prijono.

Kini, 36 insinyur perdana Ukrida memasuki babak baru untuk terus belajar, berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi keinsinyuran yang berdampak. Mereka bukan hanya lulusan pertama PSPPI Ukrida, tetapi juga pionir yang membawa semangat Green Engineering menuju dunia profesional. 36 Insinyur. Satu sejarah baru. Satu komitmen untuk menghadirkan rekayasa yang berdampak dan berkelanjutan bagi masa depan.

 

EW - Dekan FTC

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait