Faith in Action: Mendorong Pedagogi yang Memulihkan di Sekolah
Dr. Pinkan Margaretha menjadi narasumber Pelatihan Guru Penggerak PKBN2K bertema “Faith in Action: Pedagogi yang Memulihkan” untuk memperkuat penerapan nilai iman dan karakter BEST dalam pendidikan.
Dr. Pinkan Margaretha, M.Psi., Psikolog, Kepala PLP Ukrida menjadi narasumber dalam Pelatihan Guru Penggerak PKBN2K Jenjang SMA bertajuk “Faith in Action: Pedagogi yang Memulihkan”. Kegiatan ini membekali para guru untuk menerjemahkan nilai iman dan karakter BEST ke dalam praktik pendidikan yang nyata, reflektif, dan berpihak pada pertumbuhan murid.
Pelatihan dirancang dalam tiga sesi yang saling berkesinambungan. Sesi pertama mengajak peserta mengalami refleksi spiritual dan menyadari kembali panggilan guru sebagai pendidik yang menghadirkan kasih serta pemulihan. Sesi kedua, yang difasilitasi oleh Dr. Pinkan, memberikan kerangka dan perangkat praktis untuk membaca kebutuhan murid melalui pendekatan Disiplin Positif. Sesi ketiga dilanjutkan oleh tim internal BPK PENABUR dengan penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Dalam sesi kedua, peserta memulai proses melalui aktivitas “Dari Angka Menjadi Cerita”. Para guru mencermati data Profil BEST sekolah, lalu mengidentifikasi karakter yang berada pada tahap Tumbuh, Berkembang, dan Matang. Data tersebut tidak digunakan untuk memberi label kepada sekolah atau murid, melainkan sebagai pintu masuk untuk mengenali fenomena perilaku yang perlu dipahami lebih mendalam.
Melalui visualisasi “Gunung Es BEST”, peserta berlatih melihat bahwa perilaku yang tampak sering kali berakar pada emosi, kebutuhan psikologis, keyakinan, keterampilan karakter yang belum berkembang, serta budaya sekolah. Perspektif Self-Determination Theory membantu guru memahami tiga kebutuhan dasar murid, yaitu belonging, autonomy, dan competence.
Peserta kemudian menggunakan prinsip-prinsip Disiplin Positif untuk menelaah berbagai situasi sekolah. Pendekatan ini menggeser fokus dari kepatuhan sesaat menuju internalisasi karakter, tanggung jawab, dan kemampuan memperbaiki diri.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup disampaikan sebagai nilai atau slogan. Karakter bertumbuh melalui relasi yang aman, keteladanan guru, batas yang tegas sekaligus menghargai martabat, serta kesempatan bagi murid untuk belajar dari kesalahan. Dengan demikian, iman benar-benar diwujudkan dalam tindakan pedagogis yang memulihkan.
Dr. Pinkan Margaretha, M.Psi., Psikolog - Dosen Fakultas Psikologi
