Pentingnya Dorongan Orang Tua Menjadi Coach dalam Perencanaan Studi dan Karier Anak

Publish by Humas  |  02 September 2026  |  30

all psikologi

Fakultas Psikologi Ukrida turut berkontribusi dalam seminar “Collaborative Study Planning for Parents and Students” bagi lebih dari 120 orang tua siswa SMAK 5 PENABUR.

Memilih jurusan, menentukan arah studi, hingga membayangkan karier masa depan sering kali menjadi tantangan bagi remaja. Di tengah perubahan dunia pendidikan dan pekerjaan yang semakin dinamis, anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang memiliki semua jawabannya. Mereka membutuhkan orang tua yang bersedia mendengar, memahami, dan berjalan bersama. 

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) berkontribusi dalam seminar daring “Collaborative Study Planning for Parents and Students” yang diselenggarakan oleh Parent Cell Group SMAK 5 PENABUR melalui Zoom pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 120 orang tua siswa kelas 10, 11, dan 12 dan menjadi ruang untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses belajar serta perencanaan masa depan anak. 

Acara diawali dengan doa pembukaan oleh guru BK, Deasy Herby, S.Psi., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAK 5 PENABUR, Budiasih, S.Pd., M.M. Kegiatan ini didukung oleh para guru Bimbingan dan Konseling SMAK 5 PENABUR lainnya, yaitu Charisma Bayu Susetya, S.Pd., Katarina Puji Astuti, S.Psi., dan Agustina Indah Purnama, S.Pd. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa oleh Charisma Bayu Susetya.

Hadir sebagai narasumber, Bapak William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., Dekan dan Dosen Psikologi Karier Fakultas Psikologi Ukrida. Bapak William mengajak orang tua melihat masa remaja sebagai tahap eksplorasi. Anak tidak harus segera memiliki jawaban final mengenai jurusan maupun karier. Mereka membutuhkan ruang dan kesempatan untuk mengenali minat, nilai, keterampilan, pengalaman belajar, dan berbagai peluang yang tersedia.

Melalui konsep Career Wheel, enam tipe minat karier RIASEC, serta refleksi mengenai makna dan calling, orang tua diajak memahami bahwa perencanaan masa depan tidak cukup hanya didasarkan pada nilai rapor atau pekerjaan yang dianggap aman. Dalam perspektif iman Kristen, anak merupakan “titipan Tuhan”. Karena itu, orang tua dipanggil bukan untuk menentukan seluruh jalan anak, melainkan mendampingi mereka menemukan dan menjalani arah hidupnya. 

Bapak William kemudian mengajak orang tua bergeser dari controller menjadi coach: lebih banyak mendengar, memahami, mengajukan pertanyaan reflektif, dan memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Pendekatan tersebut diterapkan melalui Collaborative Learning Plan dengan kerangka “Dengar–Sepakati–Dampingi–Evaluasi”, sehingga rencana belajar dibangun bersama, bukan ditentukan sepihak. 

Sesi berlangsung hangat dan interaktif. Bapak William mengajukan beberapa pertanyaan survei sederhana yang dijawab secara aktif oleh para orang tua. Antusiasme peserta juga terlihat dari lebih dari 10 pertanyaan yang disampaikan melalui kolom chat sepanjang sesi. Pertanyaan tersebut mencakup cara mengenali minat anak, menyikapi perubahan pilihan, membangun motivasi belajar, hingga menyeimbangkan arahan orang tua dengan kebebasan anak untuk bereksplorasi.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Psikologi Ukrida terus menghadirkan ilmu psikologi yang relevan dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan keluarga dan dunia pendidikan. Berlandaskan semangat Blessed to Be a Blessing dan LEAD to Impact, Fakultas Psikologi Ukrida percaya bahwa mendampingi anak menemukan arah hidup bukan sekadar mempersiapkan masa depan, tetapi menemani mereka bertumbuh menjadi pribadi yang mampu memilih, bertanggung jawab, dan memberikan dampak bagi sesama.

 

Eulalia Harfa - 502024013