Psikologi Ukrida dan GPM Ambon Utara: Memahami Diri, Memulihkan Luka, dan Menguatkan Pelayanan Para Hamba Tuhan

Publish by Humas  |  21 Agustus 2026  |  43

all psikologi

 Psikologi Ukrida berkolaborasi dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam kegiatan edukasi dan screening kesehatan mental yang berlangsung pada 18–19 Agustus 2026.

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) berkolaborasi dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam kegiatan edukasi dan screening kesehatan mental yang berlangsung pada 18–19 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 44 pendeta Klasis Ambon Utara, di bawah kepemimpinan Pdt. Renny Haliwea selaku Ketua Klasis dan Pdt. Hery Siahay selaku Sekretaris Klasis. Kegiatan menjadi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, serta melihat kesehatan mental dari perspektif psikologi sekaligus iman Kristen.

Kegiatan dipandu oleh Bapak William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC. dan Bapak Dr. Stefanus Soejanto Sandjaja, S.Pd., M.Si., Kons., yang menghadirkan pembahasan mengenai kesehatan mental dan dinamika kehidupan pelayanan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut didukung oleh Center for Career Development and Assessment (CCDA) Fakultas Psikologi Ukrida, dengan keterlibatan Eulalia Harfa selaku Asisten Peneliti CCDA, bersama Jonathan Hasiholan Hutagalung dan Jennifer Rachel W. sebagai fasilitator. 

Pada hari pertama, peserta diajak memahami berbagai aspek kesehatan mental yang relevan dengan kehidupan dan pelayanan sebagai hamba Tuhan. Materi mencakup mental health awareness, pengelolaan konflik dalam pelayanan, empat tipe kepribadian, gaya manajemen konflik, konflik dalam pola asuh dan luka batin, hingga kesehatan mental dan trauma masa lalu. Pembahasan tidak berhenti pada perspektif psikologi, tetapi juga dikaitkan dengan refleksi iman melalui kisah dan tokoh-tokoh Alkitab. Pendekatan ini membantu peserta melihat bahwa memahami diri, mengelola emosi, serta membangun relasi yang sehat merupakan bagian penting dari perjalanan pelayanan.

Selain memperoleh edukasi, para peserta juga mengikuti screening kesehatan mental melalui serangkaian alat ukur psikologis. Proses ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenali kondisi dan kecenderungan dirinya secara lebih reflektif sebagai langkah awal untuk memahami kebutuhan pribadi maupun pengembangan diri.

Memasuki hari kedua, proses dilanjutkan melalui Inner Healing Therapy Model TANDEAN. Setelah sebelumnya memperoleh pemahaman mengenai teori, mengenali diri, dan diajak menemukan happy place, peserta kemudian dibawa masuk ke proses yang lebih personal untuk menelusuri serta memproses luka batin dan beban yang selama ini mungkin tersimpan.

Melalui proses refleksi dan inner healing, peserta tidak hanya diajak memahami konsep pemulihan, tetapi juga mengalami proses untuk berdamai dengan pengalaman masa lalu dan menemukan kembali makna dari perjalanan hidup yang telah dilalui. Harapannya, setiap peserta tidak pulang hanya dengan pengetahuan baru, tetapi membawa pengalaman yang berkesan, refleksi yang lebih mendalam, serta langkah baru untuk merawat kesehatan mental dan menjalani panggilan pelayanan dengan lebih utuh.

Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa merawat kesehatan mental para hamba Tuhan juga merupakan bagian dari merawat pelayanan. Ketika seorang pelayan belajar memahami dan memulihkan dirinya, ia semakin dimampukan untuk hadir bagi sesama dengan hati yang sehat, penuh empati, dan berakar pada kasih Tuhan.

Melalui semangat Blessed to Be a Blessing dan LEAD to Impact, Fakultas Psikologi Ukrida melalui Center for Career Development and Assessment (CCDA) terus membuka ruang kolaborasi dengan gereja dan masyarakat untuk menghadirkan ilmu psikologi yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupi dan memberi dampak nyata.

 

Eulalia Harfa - 502024013