Rasa Suara Jiwa 2026 Menghadirkan Ruang Refleksi Melalui Judul “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu”
Jumat, 10 Juli 2026, RSJ 2026 Program Studi Psikologi Ukrida dibuka memperkenalkan psikodrama bertajuk “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu” sebagai acara utama.
Acara diawali dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan sambutan hangat dari pembawa acara, menciptakan suasana yang penuh antusiasme sejak awal penyelenggaraan Rasa Suara Jiwa (RSJ) 2026. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan mars Psikologi yang dibawakan oleh perwakilan BPM serta BEM Psikologi. Selanjutnya, ketua pelaksana sekaligus ketua angkatan Psikologi 2024, Natania Setiadinata, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus antusiasme peserta yang melampaui ekspektasi dengan kehadiran hampir 500 audiens. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa psikodrama dengan judul “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu” dipilih untuk mengajak audiens untuk merefleksikan dan memahami bahwa setiap tantangan dan masalah dalam hidup dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan menemukan harapan.
Dalam sambutan oleh Dekan Fakultas Psikologi Ukrida, William Gunawan, S.Psi., M.Min., M.Si., Ph.D., CLC., mengajak audiens untuk memaknai filosofi judul yang dipilih melalui pengalaman yang ditampilkan dalam drama. Menurut beliau, pembelajaran tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui experiential learning yang mendorong seseorang dalam memahami diri sendiri berdasarkan pengalaman yang dialami. Beliau mengajak seluruh peserta untuk membuka hati, pikiran, dan telinga selama mengikuti rangkaian acara, serta menutup sambutannya dengan tagline Fakultas Psikologi Ukrida, “Blessed to be a blessing”.
Dosen pengampu mata kuliah Psikopatologi Kontemporer, Dr. Petrayuna Dian Omega, M.Psi, Psikolog dan Denny Putra, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Psikologi 2024 yang telah menghadirkan ruang untuk mengajak audiens bersama-sama mendengarkan, merasakan, dan memahami pengalaman manusia melalui pertunjukan drama. Mereka berharap kegiatan ini menjadi media refleksi yang membantu audiens mengenali emosi, memaknai setiap pengalaman hidup, serta menyadari bahwa setiap memiliki cerita dan pergumulannya masing-masing yang layak dihargai. Lebih dari sekedar sebuah pertunjukan, RSJ diharapkan menjadi wadah bagi suara-suara yang selama ini belum terdengar.
Sebagai puncak acara, mahasiswa Psikologi Ukrida menampilkan psikodrama yang mengisahkan perjalanan tokoh utama bernama Enzo. Dalam perjalanannya, Enzo bertemu berbagai individu yang masing-masing memiliki pergumulan hidup, sekaligus menghadapi konflik yang selama ini ia pendam dibalik sikapnya yang pendiam dan tertutup. Melalui kisah tersebut, penonton diajak menyaksikan proses setiap tokoh dalam mengenali, menerima, dan berdamai dengan permasalahan yang mereka hadapi.
Melalui simbol rumah, psikodrama ini menggambarkan rumah sebagai ruang yang aman untuk kembali, tempat seseorang dapat diterima apa adanya di tengah berbagai pergumulan hidup.
Selain itu, di dalam cerita juga turut menggambarkan potongan puzzle yang mempresentasikan bahwa setiap bagian dalam diri seseorang memiliki tempatnya masing-masing. Meskipun belum selalu tersusun dengan sempurna, pengalaman dan emosi yang terbangun menjadi bagian penting dalam proses bertumbuh dan menemukan harapan.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi singkat yang mengajak peserta melihat kembali pada perjalanan hidup yang telah dilalui, memahami makna dari setiap pengalaman, serta melangkah ke masa depan dengan harapan dan semangat baru. Melalui Rasa Suara Jiwa 2026, Fakultas Psikologi Ukrida berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga semakin berani mengenali diri sendiri serta menghargai perjalanan hidup setiap individu sebagai manusia.
Angiana Josie Sianto – 502025008



