Ukrida Cultural Camp 2026: Lima Hari Menjelajahi Kebudayaan

Publish by Humas  |  02 Juli 2026  |  31

all

Tahun ini, Unit Kemitraan dan Hubungan Internasional Ukrida melanjutkan kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Joint Cultural Camp 2026, yang diikuti oleh enam mahasiswa internasional dari India, Prancis, dan Belanda.

Jakarta – Selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) dengan bangga menjadi tuan rumah UKRIDA Cultural Camp 2026 yang mengusung tema “Metropolitan Unveiled: Bridging Communities with Global Minds.” Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman lintas budaya dan memperkuat jejaring internasional.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya diikuti oleh mahasiswa internasional dari Asia Selatan, tahun ini program menghadirkan keberagaman yang lebih luas dengan mahasiswa internasional yang berasal dari Eropa dan Asia Selatan. Para peserta memilih Jakarta sebagai destinasi untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Betawi, sekaligus merasakan dinamika kehidupan metropolitan yang menjadi ciri khas ibu kota.

Program diawali dengan Welcome Ceremony yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Kewirausahaan (WR III) UKRIDA, Dr. Theresia Citraningtyas, MWH., Ph.D., Sp.KJ. Setelah sesi sambutan, para peserta mengikuti pengenalan Bahasa Indonesia dengan mempelajari beberapa frasa dan kosakata dasar yang umum digunakan saat berinteraksi dan bertransaksi di pasar tradisional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampus 2 UKRIDA, tempat peserta diperkenalkan pada Program Studi Optometri, mempelajari dasar-dasar basic life support bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Hari pertama peserta ditutup dengan sesi memainkan lagu Apuse dengan instrumen musik tradisional angklung.

Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan pengabdian masyarakat. Para peserta mengunjungi Museum Betawi untuk mempelajari sejarah, perkembangan, serta upaya pelestarian budaya Betawi. Mereka juga melakukan perjalanan ke Cianjur untuk berpartisipasi dalam kegiatan mengajar bahasa Inggris bagi anak-anak di GKI Cianjur dan Rumah Belajar PAUD–TK. Selain itu, peserta berkesempatan menjelajahi Jakarta menggunakan transportasi umum, mulai dari TransJakarta menuju Blok M hingga MRT Jakarta, sebelum menutup hari dengan menikmati pemandangan kota dari salah satu gedung tertinggi di Indonesia, Thamrin Nine.

Pada hari terakhir, program ditutup dengan berbagai momen berkesan yang mempererat hubungan antara mahasiswa internasional dan panitia, serta penampilan pertunjukan angklung yang telah mereka pelajari selama program berlangsung, sebelum melanjutkan kunjungan ke kawasan Kota Tua Jakarta. Melalui Walking Tour, mereka menyaksikan secara langsung jejak sejarah dan perpaduan berbagai budaya yang telah membentuk identitas Jakarta selama berabad-abad.

Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, UKRIDA Cultural Camp 2026 menjadi ruang pertemuan bagi individu dari berbagai latar belakang budaya untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun pemahaman yang lebih mendalam satu sama lain. Program ini menunjukkan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang dapat mempererat hubungan antarmanusia melalui rasa ingin tahu, empati, dan semangat untuk belajar bersama.

 

 Samantha O.I - 712024004