×
UKRIDA Virtual

Edukasi dan Implementasikan K3L bagi Mahasiswa FTC

Publish by Humas  |  22 Juni 2026  |  21

teknik-industri

UKRIDA mengambil langkah proaktif dalam membangun sistem keselamatan kampus yang solid. Berkolaborasi dengan PT Servvo Fire Indonesia, UKRIDA menggelar roadshow edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran dini pada Jumat, 19 Juni 2026.

JAKARTA – Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) mengambil langkah proaktif dalam membangun sistem keselamatan kampus yang solid. Berkolaborasi dengan PT Servvo Fire Indonesia, UKRIDA menggelar roadshow edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran dini pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah K3L bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Cerdas (FTC) sekaligus implementasi K3L di lingkungan kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkenalkan berbagai solusi keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat diterapkan di lingkungan akademik . 

Acara yang berlangsung interaktif ini mengupas tuntas berbagai pemicu kebakaran yang kerap diabaikan di kehidupan sehari-hari. Perwakilan PT Servvo Fire, Bapak Karta, memaparkan bahwa potensi bahaya bisa muncul di mana saja, mulai dari area rumah, tempat kerja, hingga lingkungan kampus.

"Mayoritas insiden kebakaran dipicu oleh korsleting arus pendek listrik, kelalaian saat menggunakan perangkat elektronik, serta minimnya pemahaman publik mengenai prosedur keselamatan awal," ujar Bapak Karta di sela-sela pemaparan materi.

Guna memastikan materi tersampaikan dengan efektif, edukasi ini tidak hanya berfokus pada teori di dalam ruangan. Panitia telah menyiapkan sesi simulasi basah di mana mahasiswa dan dosen ditantang untuk menjinakkan api secara langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).  

Dalam sesi simulasi tersebut, tim instruktur membagikan sejumlah teknik krusial, antara lain: 

 

  • Pilihan Ukuran APAR yang Tepat: Guna mengoptimalkan penanganan, peserta diajarkan standarisasi penggunaan berat tabung. Untuk peserta laki-laki, simulasi disarankan menggunakan tabung APAR berukuran 6 kg, sementara untuk peserta perempuan menggunakan ukuran 3 kg agar lebih mudah dikendalikan saat bermanuver memadamkan api.
  • Postur dan Jarak Aman: Cara memegang tabung APAR yang benar serta posisi berdiri yang ideal saat berhadapan dengan kobaran api.
  • Membaca Arah Angin: Peserta diingatkan untuk selalu memperhatikan arah embusan angin agar posisi pemadaman menjadi efektif dan melindungi diri dari jilatan api maupun kepungan asap.
  • Kecepatan respons: Memahami momentum yang tepat untuk mengeksekusi tindakan sebelum api sempat meluas dan sulit dikendalikan.  
     

Para mahasiswa terlihat sangat antusias bergantian mencoba memadamkan api di bawah pengawasan ketat tim ahli. Pengalaman langsung ini dinilai memberikan dampak psikologis yang baik agar peserta tidak panik jika sewaktu-waktu menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

Sebagai penutup agenda, seluruh peserta, panitia, dan perwakilan dari PT Servvo Fire melakukan sesi foto bersama. Pihak panitia juga membagikan suvenir sebagai apresiasi atas partisipasi aktif para peserta selama acara berlangsung.  Melalui inisiatif ini, manajemen UKRIDA berharap keterampilan dasar mengenai keselamatan kebakaran dapat melekat pada diri civitas akademika. Sinergi bersama PT Servvo Fire ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menciptakan ruang belajar-mengajar yang aman, responsif, dan siap siaga menghadapi segala potensi risiko di masa depan.

 

 Leony Chantika Manurung - 712023026

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait