Membangun, Bukan Sekadar Menggunakan AI

Publish by Humas  |  19 Juni 2026  |  10

all Kemitraan Dalam Negeri

Unit Kemitraan dan Hubungan Internasional (KHI) UKRIDA menyelenggarakan Upgrading You Series 2: AI for Future Careers – Level Up Your Skills Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi. Melalui Upgrading You Series 2: AI for Future Careers – Level Up Your Skills, Unit Kemitraan dan Hubungan Internasional (KHI) UKRIDA mengajak 110 peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk berinovasi dan mengembangkan karier di masa depan.

Acara ini merupakan lanjutan dari Upgrading You Series 1 yang telah dilaksanakan sebelumnya dan menjadi salah satu kegiatan pengayaan bagi mahasiswa inbound UKRIDA. Peserta tidak hanya berasal dari UKRIDA, tetapi juga dari beberapa universitas mitra, seperti Universitas Islam Darul Ulum Lamongan dan Universitas Katolik De La Salle Manado. Kegiatan dipandu oleh Vingky Putera, S.S., selaku Koordinator Kerjasama Dalam Negeri Unit KHI sekaligus Program Coordinator acara.

Pada sesi kali ini, mahasiswa berkesempatan mendengarkan pemaparan dari Syamsul Akbar Syarif, Technical Manager dari CTI Group, yang dimoderatori oleh Vengky. Syamsul bergabung dengan CTI Group sejak 2013 dan memulai karirnya sebagai junior engineer.

Dalam pemaparannya, Syamsul memperkenalkan CTI Group sebagai perusahaan teknologi informasi yang berdiri sejak 2003. Saat ini, CTI Group memiliki 12 anak perusahaan dengan jaringan bisnis yang tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan Filipina. Selain itu, perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan lebih dari 100 partner dan menyediakan berbagai peluang karir bagi anak muda dari berbagai latar belakang jurusan. CTI Group juga memiliki program coaching yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk dunia magang dan kerja.

Membahas perkembangan AI, Syamsul menjelaskan bahwa sejak tahun 2022 teknologi menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan dan terus berkembang dengan sangat cepat. Menurutnya, AI kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari media sosial hingga berbagai aktivitas pekerjaan.

Namun, ia menekankan bahwa mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi. Tema utama yang diangkat dalam sesi ini adalah “Build the AI, Don’t Just Use It.”

“Yang perlu kita pikirkan adalah apa yang bisa di-improve dengan menggunakan tools AI secara positif,” ujar Syamsul.

Ia juga menanggapi kekhawatiran banyak orang mengenai kemungkinan AI menggantikan pekerjaan manusia. Menurutnya, AI justru hadir untuk membantu manusia bekerja lebih efektif. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki builder mindset, yaitu pola pikir yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya dan mampu menciptakan solusi melalui teknologi tersebut.

Dalam sesi tersebut, Syamsul menjelaskan bahwa AI bukanlah satu teknologi yang berdiri sendiri. Setiap sistem AI dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu data, model, dan compute. Ketiga komponen tersebut menjadi fondasi yang mendukung cara kerja berbagai teknologi AI yang digunakan saat ini.

Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga diajak untuk memahami tanggung jawab yang datang bersama perkembangan AI, seperti isu bias, transparansi, dan privasi. Menurut Syamsul, kemampuan untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan penggunaan AI akan menjadi nilai tambah yang penting di masa depan.

Menutup sesi, Syamsul mengajak mahasiswa untuk tidak takut memanfaatkan AI dalam proses belajar maupun pengembangan ide.

“Jangan khawatir dalam menggunakan AI, namun manfaatkan untuk solving problems. Jangan hanya menjadi user, tetapi jadilah builder,” pesannya.

Melalui sesi ini, mahasiswa diajak untuk melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang dapat membantu mengembangkan ide, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang karir di masa depan. Dengan pola pikir yang tepat, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari perkembangan teknologi, bukan sekadar mengikuti arusnya.

 

Vanesa Jeanne - .712023013

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait