Fakultas Psikologi UKRIDA Melanjutkan Safari Inner Healing Therapy bagi Guru-Guru Marsudirini Bogor

Publish by Humas  |  05 Juni 2026  |  14

all psikologi

Fakultas Psikologi Ukrida terus mewujudkan semangat “Blessed to Be a Blessing” melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian Safari Inner Healing Tour, bagi para guru di lingkungan Sekolah Marsudirini Telaga Kahuripan, Bogor, pada hari Sabtu, 30 Mei 2026

Fakultas Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) terus mewujudkan semangat “Blessed to Be a Blessing” melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian Safari Inner Healing Tour, Fakultas Psikologi UKRIDA kembali menyelenggarakan kegiatan Inner Healing Therapy bagi para guru di lingkungan Sekolah Marsudirini Telaga Kahuripan, Bogor, pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 08.00–11.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Marsudirini Bogor ini diikuti oleh 40 guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Christina Lestari, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Fakultas Psikologi UKRIDA atas kesediaannya menghadirkan program yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis para pendidik serta membuka sesi dengan doa terlebih dahulu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan mengenai konsep luka batin serta proses terbentuknya pengalaman emosional yang tersimpan dalam diri individu. Materi disampaikan oleh Moses Hizkia Kurnia secara interaktif dengan mengajak peserta memahami bagaimana pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks pelayanan dan pendidikan.

Puncak kegiatan adalah sesi guided imagery yang dibawakan oleh Bapak Stefanus Soejanto Sandjaja, yang menjadi inti dari proses Inner Healing Therapy. Melalui latihan pengaturan napas, relaksasi, konsentrasi, dan imajinasi terarah, peserta diajak memasuki joyful place, yaitu kondisi batin yang aman, damai, dan menyenangkan.

Setelah itu, peserta diarahkan untuk memasuki hurt place, yakni ruang refleksi untuk mengenali pengalaman-pengalaman yang pernah meninggalkan luka emosional dalam hidup mereka.

Dalam suasana yang penuh keheningan dan refleksi, para peserta diajak untuk menerima pengalaman masa lalu, menghayati kasih Allah yang memulihkan, serta mengambil keputusan untuk melepaskan kepahitan dan mengampuni orang-orang yang pernah melukai mereka. Proses ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengalami pemulihan batin sehingga dapat kembali menjalankan tugas pelayanan pendidikan dengan hati yang lebih damai dan penuh pengharapan.

Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak guru yang mengungkapkan bahwa sesi refleksi dan pemulihan batin ini memberikan pengalaman yang bermakna serta membantu mereka memahami diri sendiri secara lebih mendalam. Kegiatan juga menjadi ruang yang aman bagi para guru untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan memberi perhatian pada kesehatan emosional mereka.
 

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UKRIDA kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan mental, pendidikan, dan pengembangan karakter. Sejalan dengan semangat “Blessed to Be a Blessing” dan nilai LEAD to Impact, UKRIDA berharap para guru yang telah mengikuti Inner Healing Therapy dapat menjadi pribadi yang semakin sehat secara emosional, mampu menghadirkan kasih dalam pelayanan, serta menjadi terang dan berkat bagi peserta didik, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan komitmen bersama untuk terus bertumbuh dalam kesehatan mental, pelayanan, dan pendidikan yang bermakna.

 

Moses Hizkia Kurnia & Stefanus Soejanto Sandjaja - Fakultas Psikologi

Berita Populer

5 Berita populer bulan ini

Berita terkait