×
UKRIDA Virtual

Membangun Inovasi Kesehatan Melalui Kolaborasi Penelitian

Publish by Humas  |  04 Juni 2026  |  19

kedokteran keperawatan

Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners FKIK UKRIDA berkontribusi dalam penelitian nasional melalui keterlibatan dosennya dalam pengembangan model skrining kanker berbasis komunitas. Penelitian yang didanai oleh Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Budaya akademik yang kuat merupakan salah satu fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Melalui penelitian, dosen tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) terus mendorong dosen untuk aktif mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin melalui keterlibatan dosen Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKRIDA dalam berbagai kegiatan penelitian nasional. Pada tahun 2026, salah satu dosen Keperawatan FKIK UKRIDA terlibat sebagai peneliti dalam penelitian berjudul “Pengembangan Model Skrining Kanker Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Deteksi Dini di Masyarakat Awam.” Penelitian ini memperoleh pendanaan berdasarkan Keputusan Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta Nomor HK.02.03/F.XIX/8106/2025 tentang Penetapan Proposal Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta yang Dinyatakan Lulus Seleksi dan Mendapatkan Bantuan Biaya Tahun Anggaran 2026. Pendanaan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan inovasi kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penelitian ini memiliki relevansi yang tinggi mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2022, terdapat sekitar 20 juta kasus baru kanker dan 9,7 juta kematian akibat kanker secara global. Di Indonesia, tercatat lebih dari 408 ribu kasus baru kanker dengan sekitar 242 ribu kematian setiap tahunnya. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kanker tidak hanya menjadi permasalahan klinis, tetapi juga tantangan sosial dan ekonomi yang memerlukan upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih efektif.

Pemerintah Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam pengendalian kanker, antara lain rendahnya partisipasi masyarakat dalam program deteksi dini, keterbatasan akses layanan skrining di beberapa wilayah, serta masih rendahnya literasi kesehatan terkait faktor risiko dan tanda awal kanker. Banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih rendah dan biaya pengobatan semakin besar. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan strategi promotif dan preventif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui pendekatan berbasis komunitas.

Melalui penelitian yang dikembangkan, tim peneliti berupaya menghasilkan model skrining kanker berbasis komunitas yang dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan serta deteksi dini penyakit kanker. Selain menghasilkan luaran ilmiah, penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan model layanan kesehatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian memiliki potensi untuk mendukung program pengendalian kanker di Indonesia secara lebih luas.

Keterlibatan dalam penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan bidang keilmuan yang telah dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2018. Berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah difokuskan pada edukasi kanker, pemberdayaan kader kesehatan, pelatihan perawatan paliatif, pendampingan pasien dan keluarga, serta pengembangan materi pelatihan berbasis komunitas. Selain itu, keterlibatan dalam forum ilmiah nasional dan internasional turut memperkaya pengalaman akademik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan inovasi kesehatan.


Lebih dari sekadar capaian penelitian, pengalaman ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian yang berkualitas tidak dapat dibangun secara individual, tetapi memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian dapat menjadi lebih kontekstual, aplikatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Keterlibatan dosen dalam berbagai program penelitian juga diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus mengembangkan budaya riset yang produktif dan berkelanjutan. Setiap dosen memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui bidang keahlian masing-masing, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan, UKRIDA diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menghasilkan karya-karya yang mendukung pembangunan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

 

Stepanus Maman - Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners