Dipanggil Untuk Menyembuhkan: FKIK UKRIDA Berhasil Melantikan 14 Dokter Baru
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK UKRIDA) menyelenggarakan prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 14 dokter baru angkatan ke-136 pada Selasa, 12 Mei 2026, di Auditorium Kampus 2 UKRIDA.
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (FKIK UKRIDA) menyelenggarakan prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 14 dokter baru angkatan ke-136 pada Selasa, 12 Mei 2026, di Auditorium Kampus 2 UKRIDA. Momen ini menjadi tonggak bersejarah bagi para lulusan, dengan lulusan terbaik diraih oleh dr. Youdy Tantama, S.Ked. dengan IPK 3.84.
Mencapai gelar dokter tentu bukanlah perjalanan yang mudah tapi dalam awal ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Samuel Akihary, S.Si-Teol., M.Psi. beliau mengatakan bahwa “Vokasi itu bukan tentang apa yang ingin kita lakukan, tetapi tentang siapa diri kita.” kutipan ini berdasarkan tema yang dibawakan “Dipanggil untuk menyembuhkan, diutus untuk melayani (Markus 10:45).” Para Dokter baru dipanggil bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan menyembuhkan tubuh, melainkan panggilan kudus untuk menghadirkan kasih Allah bagi kehidupan manusia. Firman ditutup dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan Mars Ukrida.
Acara diawali dengan prosesi pimpinan fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKRIDA yang memasuki ruangan Dr. dr. Liem Jen Fuk, MKK, Sp.Ok. selaku dekan FKIK, Wakil Dekan I Dr. dr. Purnamawati, M. Biomed, Wakil Dekan II dr. Hartanto, M.Biomed, Wakil Dekan III dr. Diana Wijaya, Sp.FK., M.H.Kes.,M.M., Ketua Program Studi Optometri Indra Karnadi, Ph.D., Ketua Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Ns. Permaida, M.Kep., Sp.Kep.An
Selanjutnya adalah prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Dokter baru yang dipimpin oleh Dr. dr. Liem Jen Fuk, MKK, Sp.Ok. selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKRIDA. Kemudian dilanjut dengan penyematan pin alumni dan penyerahan buku kode etik Indonesia secara simbolis yang diberikan oleh Ketua pengurus ikatan alumni dan Wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Barat.
Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Dr. dr. Liem Jen Fuk, MKK, Sp.Ok., dr. Rada Tania, S,Ked. selaku perwakilan dari dokter baru, Bapak Mayor Made Sandi selaku perwakilan dari orang tua, Dr. Ir. Oki Sunardi, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Inovasi Universitas Kristen Krida, dan ditutup oleh Bapak Ir. Bambang Prijono selaku ketua harian badan pengurus yayasan BPTK Krida Wacana. Dalam sambutannya Dr. dr. Liem Jen Fuk, MKK, Sp.Ok. Mengingatkan untuk para Dokter selalu mengedepankan nilai LEAD karena Empati dan kasih adalah kekuatan untuk dokter, bukan kelemahan.
Kata sambutan yang penuh haru disampaikan oleh dr. Rada Tania, S,Ked. sebagai perwakilan dari para dokter baru menekankan betapa pentingnya empati dalam profesi kedokteran dan tidak lupa bahwa “Keberhasilan ini juga buah dari kasih, doa, dan pengorbanan keluarga.” Ucapnya
Perwakilan dari orang tua Bapak Mayor Made Sandi yang mengucapkan “Perjalanan panjang yang telah dilalui anak-anak kami tentu bukan hal yang mudah. Banyak pengorbanan, kerja keras, doa, serta ketekunan yang telah mereka curahkan untuk mencapai titik ini.” Bapak Mayor juga berterima kasih kepada UKRIDA dan kepada pimpinan fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKRIDA.
Para dokter baru menampilkan video pendek bergenre komedi tentang perjuangan yang mereka lalui untuk berada di posisi sekarang. Dilanjut dengan persembahan lagu terima kasih mereka kepada orang tua dengan memberikan setangkai bunga bagi orang tua terkasih. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada lulusan berprestasi dilanjutkan dengan doa dan foto bersama.
Prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 14 Dokter Baru FKIK UKRIDA angkatan ke-136 menjadi momen penuh syukur, haru, dan kebanggaan bagi para dokter baru, keluarga, serta seluruh civitas akademika UKRIDA. Melalui rangkaian prosesi, doa, dan pesan yang disampaikan, para dokter baru diingatkan bahwa profesi dokter bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan panggilan untuk melayani dengan empati, integritas, dan kasih kepada sesama. Diharapkan para dokter baru FKIK UKRIDA dapat terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menjadi tenaga medis yang berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kesehatan Indonesia.



