Pemulihan Luka Batin Guru di Berbagai Sekolah
Fakultas Psikologi UKRIDA menyelenggarakan kegiatan Inner Healing Therapy bagi 47 guru Sekolah Luar Biasa Pangudi Luhur, Jakarta Barat.
Fakultas Psikologi UKRIDA memiliki semboyan “Blessed to be a blessing”, yang berarti diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama. Oleh karena itu, setiap bulan Fakultas Psikologi secara konsisten berbagi dan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Sejalan dengan semangat tersebut, pada bulan Maret, tepatnya tanggal 28 Maret 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, Fakultas Psikologi UKRIDA menyelenggarakan kegiatan Inner Healing Therapy bagi 47 guru Sekolah Luar Biasa Pangudi Luhur, Jakarta Barat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibawakan oleh Dr. Stefanus Soejanto Sandjaja, M.Si., Konselor, yang merupakan dosen Fakultas Psikologi UKRIDA, serta didukung oleh Moses Hizkia Kurnia, mahasiswa Fakultas Psikologi UKRIDA angkatan 2022.
Acara dimulai dengan sambutan dari Bruder Franciscus Mujiono, FIC, S.T., M.Pd., selaku Kepala SLB Pangudi Luhur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Fakultas Psikologi UKRIDA atas kesediaannya menyelenggarakan kegiatan retret Inner Healing Therapy bagi para guru SLB Pangudi Luhur. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemutaran video singkat yang menampilkan seorang pria membersihkan kaca lentera yang kotor. Video tersebut mengandung makna simbolis bahwa hati yang “kotor” perlu dibersihkan, agar para guru dapat mengajar dengan hati yang jernih layaknya lentera yang memancarkan cahaya terang ke sekelilingnya. Pesan inilah yang menjadi inti dan tujuan utama dari kegiatan Inner Healing Therapy.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai proses terjadinya luka batin berdasarkan perspektif teori psikoanalisis dari Freud. Inti dari sesi terapi ini adalah latihan guided imagery yang mencakup pengaturan napas, relaksasi, konsentrasi, dan imajinasi. Peserta terlebih dahulu diajak memasuki joyful place, yaitu kondisi batin yang tenang dan menyenangkan. Kemudian, peserta diarahkan menuju hurt place, di mana mereka diajak untuk mengenali kembali pengalaman trauma atau luka batin yang pernah dialami, serta berani mengakuinya.
Dalam proses tersebut, peserta juga diajak untuk mengingat kasih Allah yang telah berkorban di kayu salib untuk mengampuni dosa umat manusia, sehingga pada akhirnya mereka dapat mengambil keputusan untuk mengampuni orang-orang yang pernah melukai dirinya. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan pengisian Skala Pengampunan Kristiani, dilanjutkan dengan permainan tebak kata, serta penulisan refleksi oleh para peserta.
Selanjutnya, kegiatan berbagi berkat kembali dilaksanakan pada 17 April 2026, pukul 13.00–16.00 WIB, di SMP & SMA Kalam Kudus Green Garden, Jakarta, yang diikuti oleh 22 orang guru. Acara diawali dengan makan bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Sufie Hidia selaku Kepala SMA Kalam Kudus, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya Workshop Inner Healing Therapy bagi para guru.
Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan pada kegiatan ini pada dasarnya serupa dengan yang telah dilakukan di SLB Pangudi Luhur. Namun demikian, terdapat hal istimewa pada pelaksanaan di SMP & SMA Kalam Kudus, yaitu sebelum workshop dimulai, pada pukul 10.00–12.00 WIB, diadakan sesi Counseling with Parents. Dalam sesi ini, dua keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan berbagi kekhawatiran terkait anak-anak mereka yang sulit terlepas dari penggunaan internet.
Ke depan, Fakultas Psikologi UKRIDA akan terus melanjutkan rangkaian Safari Inner Healing Tour. Pada 16 Mei 2026, kegiatan Inner Healing Therapy direncanakan berlangsung di Marudirini Telaga Kahuripan, Bogor, dengan peserta sebanyak 76 guru dari jenjang TK hingga SMA.
Stefanus Soejanto Sandjaja - Program Studi Psikologi

