Unit Layanan Disabilitas (ULD) UKRIDA pada World Disability Day 2025

Publish by Humas  |  08 Januari 2026  |  130

all keperawatan

Dalam rangka World Disability Day 2025, ULD UKRIDA memperkenalkan komitmennya dalam membangun kampus yang ramah dan inklusif bagi mahasiswa dengan disabilitas.

Dalam rangka memperingati World Disability Day 2025 yang dirayakan setiap tanggal 3 Desember di seluruh dunia, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), sebagai unit yang baru dibentuk, hadir memperkenalkan diri melalui serangkaian kegiatan inklusif yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Momentum ini menjadi langkah awal ULD UKRIDA untuk menegaskan komitmen universitas dalam membangun lingkungan kampus yang ramah, aman, dan mendukung mahasiswa dengan disabilitas, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa inklusi adalah tanggung jawab bersama.

Penyelenggaraan layanan disabilitas di perguruan tinggi merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, khususnya Pasal 10 tentang Hak Pendidikan, menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu tanpa diskriminasi. Amanat ini diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Perguruan Tinggi.

Sebagai salah satu kegiatan utama, ULD UKRIDA menyelenggarakan Lomba Desain Logo ULD UKRIDA yang terbuka bagi sivitas akademika dan alumni sebagai ruang ekspresi kreativitas sekaligus sarana pengenalan lahirnya ULD UKRIDA. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang baik dengan terkumpulnya 15 karya desain logo, yang dinilai secara inklusif oleh Tim Rektorat UKRIDA, Tim ULD, serta perwakilan mahasiswa disabilitas UKRIDA.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Juara I diraih oleh Muhammad Raffy Pranandy (Program Studi Optometri) dengan nilai 176 poin dan hadiah sebesar Rp1.000.000. Juara II diraih oleh Beatrice Lauretta Sukatja (Program Studi Sistem Informasi) dengan nilai 160 poin dan hadiah Rp750.000, sedangkan Juara III diraih oleh Vanessa Maria Lumongga Pardede (Program Studi Sistem Informasi) dengan nilai 156 poin dan hadiah Rp500.000. Seluruh peserta lomba juga menerima sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan kontribusi aktif dalam kegiatan ini.

Selain lomba desain logo, ULD UKRIDA juga menggelar kegiatan partisipatif pembuatan burung origami yang melibatkan sivitas akademika di Kampus 1 dan Kampus 2 dengan dukungan mahasiswa volunteer. Burung origami dipilih sebagai simbol harapan dan potensi, yang merefleksikan dukungan terhadap inklusi disabilitas. Karya tersebut kemudian dipajang di Kantor ULD UKRIDA, termasuk sebagai hiasan Pohon Natal, serta dilengkapi kanvas fingerprint berwarna kuning dan biru sebagai bentuk ekspresi dukungan sivitas akademika.

Rangkaian kegiatan World Disability Day 2025 ini juga dilengkapi dengan penulisan opini dosen yang dimuat di Media Indonesia, yang mengangkat isu inklusi disabilitas dalam konteks pendidikan tinggi. Tulisan tersebut menegaskan bahwa inklusi tidak hanya menjadi wacana, tetapi perlu dihidupi dan diwujudkan dalam praktik keseharian di lingkungan kampus.

Melalui rangkaian kegiatan ini, ULD UKRIDA berharap dapat terus mendorong keterlibatan aktif sivitas akademika serta memperkuat komitmen bersama terhadap inklusi disabilitas, sejalan dengan semangat Lead to Impact.

 

Ns. Dame Elysabeth - Unit Layanan Disabilitas