Optometri

Visi dan Misi Program Studi Optometri

VISI

Visi dari Program Studi Optometri adalah:

“Menjadi Program Studi yang unggul dibidang Kesehatan mata dan mencegah kebutaan nasional, regional dan global dengan berlandaskan nilai-nilai Kristiani”

 

MISI

“Menyelenggarakan Pendidikan Optometri berkualitas yang didasarkan pada nilai-nilai Kristiani untuk menghasilkan profesional mandiri”

Sebagai penjabaran dari visi-nya, maka misi program studi mengandung beberapa makna yakni:

  1. Pendidikan Optometri yang berkualitas, artinya pendidikan tinggi yang diselenggarakan pada program studi Optometri Ukrida telah sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri serta kesehatan masyarakat khususnya kesehatan mata.
  2. Nilai-nilai Kristiani, diartikan bahwa lulusan program studi Optometri Ukrida dalam berkarya di masyarakat menerapkan nilai-nilai Kristiani yakni semangat, kasih, pengendalian diri, berani membela yang benar, rendah hati, kebaikan, setia dan tanggung jawab, damai, adil.
  3. Profesional mandiri, dimaksudkan bahwa lulusan program studi Optometri Ukrida mampu untuk menjadi wirausaha (entrepreneur) yang mandiri.

Kurikulum Program Studi Optometri

Kurikulum Prodi Optometri UKRIDA disusun dengan mengacu pada panduan tentang kompetensi global lingkup pendidikan optometri berbasis praktek yang dikeluarkan oleh WCO (World Council of Optometry, organisasi optometri yang diakui WHO) . Panduan ini menentukan persyaratan kompetensi minimum seorang optometrist.

Materi kuliah yang dipelajari antara lain: anatomi dan fisiologi mata, patologi mata, mikrobiologi, biokimia, fisika optik, penyakit mata, system penglihatan, kebutaan, matematika optik, farmakologi, lensa kontak, penglihatan binokuler, low vision, instrument optik, epidemiologi, teknik pemeriksaan klinis dan sebagainya. Pendidikan meliputi perkuliahan di kelas dan praktikum, serta pelatihan klinis dan externships.

Keunggulan Program Studi Optometri

program studi Sarjana Terapan Optometri Ukrida adalah:

  • Merupakan program studi Sarjana Terapan Optometri pertama di Indonesia yang akan menghasilkan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan layanan optometri di pelayanan kesehatan pemeliharaan penglihatan di Indonesia.
  • Didukung sumber daya manusia baik tenaga akademik maupun non akademik yang memadai. Tenaga akademik merupakan ahli dibidang kesehatan mata dan penunjang lainnya.
  • Didukung oleh dunia industri, salah satunya Hoya International yang bukan saja akan menyediakan tempat untuk praktek-magang mahasiswa, namun juga menampung lulusan optometri Ukrida.
  • Memiliki 2 (dua) rumah sakit yang menjadi tempat untuk praktek maupun untuk magang kerja.
  • Program studi dibawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida yang telah menyelenggarakan pendidikan dokter lebih dari 50 tahun, sehingga kompetensi lulusannya telah teruji.

Kompetensi dan Prospek Karir Program Studi Optometri

Kompetensi dan prospek karir

Mengacu pada panduan WCO (World Council Of Optometry), ada 5 kompetensi inti yang harus dikuasai oleh lulusan prodi optometri, yaitu:

  1. Mempunyai tanggung jawab profesional dan klinis
  2. Dapat melakukan komunikasi dan memahami riwayat pasien
  3. Dapat melaksanakan pemeriksaan terhadap pasien
  4. Mampu mendiagnosis dan mengelola penyakit pasien
  5. Memahami pengelolaan informasi kesehatan

Secara teknis, lulusan prodi optometri harus mampu melaksanakan hal-hal sebagai berikut::

  • Mendeteksi, mengelola, dan mengobati kondisi dan penyakit mata dan sistem visual manusia. Memeriksa mata dan sistem visual, mendeteksi masalah atau gangguan, memberi resep lensa korektif, dan memberikan pengobatan.
  • Memeriksa mata, menggunakan observasi, instrumen dan agen farmasi untuk menentukan ketajaman visual dan persepsi, berfokus dan berkoordinasi untuk mendiagnosa penyakit dan kelainan lain seperti glaukoma atau kebutaan warna.
  • Memberi resep, pasokan, mencocokkan dan menyesuaikan kacamata, lensa kontak dan alat bantu penglihatan lainnya.
  • Menganalisis hasil tes dan mengembangkan rencana perawatan.
  • Mengeluarkan benda asing dari mata.

Karir Lulusan Optometri:

  • Optometris dengan level 6 (STR 6) dapat diterima bekerja di luar negeri sebagai optometris.
  • Bekerja di optikal
  • Bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas
  • Bekerja di perusahaan kacamata (lensa/frame/lensa kontak)
  • Bekerja di institusi pendidikan
  • Bekerja di dinas kesehatan
  • Bekerja di klinik mata
  • Wirausaha

Proyeksi Serapan Lulusan di Dunia Kerja

Saat ini, di Indonesia telah ada pendidikan refraksionis optisien/optometri dengan jenjang D-III, jumlah lulusan sekitar 8.000 orang. Tahun ini untuk pertama kalinya di Indonesia, UKRIDA melaksanakan pendidikan jenjang S1 terapan optometri. Data fasilitas pelayanan kesehatan dimana optometris diperlukan adalah :

  1. Jumlah Puskesmas di Indonesia* = 9.993
  2. Jumlah RS di Indonesia** = 2.820
  3. Jumlah RS khusus Mata di Indonesia*** = 31
  4. Jumlah Institusii pendidikan = 13
  5. Jumlah optikal = 8.000

*   Data PUSKESMAS per Desember 2018. KepMenKes no. HK.01.07/MENKES/142/2019,

**   Data PERSI per April 2018

*** Data DitJen Pelayanan Kesehatan , kemenkes RI, per Januari 2019.

 

Berdasarkan data di atas terlihat bahwa kebutuhan Optometris sangat tinggi, baik secara kuantitas dan kualitas, bahkan semakin luas karena pasar kerja tersebut akan selalu membutuhkan tenaga-tenaga baru yang cerdas, terampil, dan kompeten di bidangnya untuk menggantikan tenaga-tenaga lama yang karena faktor masa kerja atau usia harus meninggalkan profesi tersebut. Tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke pasar internasional.

Pendekatan lain dalam memprediksi kebutuhan Optometris dengan membuat perhitungan rasio dengan penduduk sebagai gambaran, perbandingan tenaga Optometris dengan jumlah penduduknya pada beberapa negara adalah sebagai berikut*) (diambil dari data World Council Optometry):

1. Kanada = 1 : 5.000

2. New Zealand = 1 : 5.100

3. Eropa = 1 : 1.200 – 6.000

4. Amerika Serikat = 1 : 5.250

5. Hongkong = 1 : 7.000

6. Australia = 1 : 4.000

7. Malaysia = 1 : 12.000

8. Thailand = 1 : 15.000

9. Afrika = 1 : 75.000-150.000

10. India = 1 : 75.000

11. Indonesia = 1 : 50.000

 

Secara umum, rasio ideal kebutuhan optometris terhadap jumlah penduduk adalah 1:10.000, jadi dengan perkiraan penduduk Indonesia sekitar 250.000.000 maka diperlukan 25.000 Optometris. Kebutuhan tersebut semakin meningkat sejalan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan gaya hidup, sosio ekonomi masyarakat dan bertambahnya masalah gangguan penglihatan termasuk penyakit mata, impairment, keterbatasan fungsi dan disabilitas.

 

 

 

UKRIDA 200px
 

Universitas Kristen Krida Wacana

  • Kampus I
    Jl. Tanjung Duren Raya no. 4, Jakarta Barat
    Telp. 021 566 6952
    Fax. 021 566 6956
  • Kampus II
    Jl. Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat
    Telp. 021 5694 2061
    Fax. 021 563 1731
  • Kampus III
    Kokan Permata Blok A no. 6-8
    Jl. Boulevard Bukit Gading Raya
    Kelapa Gading – Jakarta Utara
    Telp. 021 294 50 999
    Fax. 021 294 51 374
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…