Artikel Ukrida

Artikel Ukrida (59)

Artikel Ukrida

Kamis, 16 Mei 2019 06:40

Taekwondo UKRIDA dan Prestasinya

Written by

IMG 20190401 WA0010

Olahraga Taekwondo merupakan seni beladiri yang berasal dari negeri Korea dengan memadukan antara seni jurus (Poomsae) dan Perkelahian (Fighting). Taekwondo juga merupakan salah satu cabang olahraga yang masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar di dunia, yaitu Olimpiade.

UKM Taekwondo Ukrida menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa dalam menyalurkan bakat di luar dari bidang akademik yang dimiliki dari setiap mahasiswanya. Berdiri sejak tahun 1996, UKM Taekwondo UKRIDA telah berhasil melahirkan beberapa atlet yang yang mewakili beberapa wilayah di DKI Jakarta pada ajang Kejurda (kejuaraan antar daerah) se-DKI Jakarta.

Belum lama ini UKM Taekwondo UKRIDA berhasil meraih prestasi tingkat kota pada perlombaan Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Kota (POPKOT) Jakarta Barat yang diadakan pada tanggal 23-24 Maret 2019 yang lalu. 6 Emas, 8 Perak dan 1 Perunggu berhasil di raih oleh UKM Taekwondo UKRIDA, serta Juara 3 Umum Prestasi pada ajang perlombaan yang sama.

IMG 20190401 WA0008

Mahasiswa/i UKRIDA yang mengikuti kegiatan latihan Taekwondo memiliki tingkat antusias yang sangat tinggi, di sela-sela kesibukkan perkuliahan 15 orang yang mengikuti pertandingan melakukan persiapan lomba seminggu dua kali selama sebulan (Senin dan Jumat). dan dilatih oleh seorang pelatih sekaligus mantan atlet DKI Jakarta dengan segala prestasi yang telah diraihnya. Sejak masih aktif menjadi atlet sampai menjadi seorang pelatih.Sabeum (sebutan pelatih dalam Bahasa Korea), Jimmy Indrawinata adalah seorang pelatih yang telah telah lama melatih di UKRIDA sejak tahun 1998 dan telah berhasil membuat nama UKRIDA diperhitungkan dalam berbagai ajang kejuaraan. Latihan tersebut meliputi latihan fisik, latihan teknik tendangan, tangkisan, dan pukulan serta sparing untuk simulasi tanding. Stamina dan kondisi badan yang fit juga mereka siapkan untukmengikuti pertandingan tersebut.

Prestasi tertinggi yang pernah diraih oleh UKM Taekwondo Ukrida adalah juara umum 3 dalam kejuaraan Nasional Mahasiswa Se–Jawa Bali yang diadakan di Universitas Jakarta ( IKIP ) pada tahun 1997 di Gor Mahasiswa Universitas Jakarta, saat itu tim Taekwondo UKRIDA berhasil meraih 3 emas,2 perak dan 1 perunggu.

Hingga saat ini, telah banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa UKRIDA baik ditingkat kota maupun nasional.

2237 Bfd9OudRIktBMzYUuS7TOh REMahasiswa UKRIDA memiliki kesempatan dalam mengikuti kegiatan KKN yang dilaksanakan selama 4 hari, terhitung dari Selasa 19 Februari 2019 hingga Jumat 22 Februari 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Setiap Universitas ataupun Institut di Sektor 20 memiliki program yang dijalankan, guna menjalankan program tersebut maka kita berkunjung ke sebuah sekolah yaitu SDN 2 Desa Amansari.

Program Kerja KKN Universitas Kristen Krida Wacana yaitu melakukan sebuah Gerakan Literasi Sekolah untuk menumbuhkan pola hidup sehat dan bersih. Terdapat 3 program diantaranya, pembiasaan membaca, pelatihan literasi guru, serta memperbaiki prasarana perpustakaan dan melengkapi fasilitas dan penyediaan buku perpustakaan. UKRIDA menyumbang kurang lebih ada 50 jenis buku yang terdiri dari buku pengetahuan, buku cerita anak, buku menggambar dan buku menulis.

Disamping melaksanakan kegiatan di SD Aman sari 2, kami juga berinteraksi dengan warga desa. Kami merasakan sambutan hangat oleh warga sekitar dan membuat kami senang. Ini mengajarkan juga kepada kami bagaimana kita berinteraksi dengan warga dan membangun rasa kekeluaragaan dengan teman-teman dari berbagi universitas. Di dalam rumah yang kami tinggali sangat banyak mahasiswa dari Universitas ataupun Institut lain, sehingga kami bertukaran Instagram atau dengan kata lain follow dan di followback.

Pelaksanaan program kami mulai dengan membersihkan perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah selama ini tidak digunakan sebagai tempat baca siswa, karena kondisinya tidak memadai. Tidak ada tempat duduk untuk baca serta ruangannya selama ini dipakai menjadi tempat penyimpanan alat olah raga. Dengan bantuan teman-teman dari universitas lain, kami akhirnya dapat menyelesaikan pembersihan, pengecatan, dan perapian perpustakaan.

2237 pcFFf4lYk8w9cRAMujhatdzZkKeesokan harinya di SD Amansari 2 kami mengerjakan progam pembiasaan membaca. Siswa diperbolehkan untuk mengambil jenis buku yang sesuai dengan minatnya atau kemauannya. Kegiatan literasi tersebut dilaksanakan selama 15 menit dengan membagi-bagi kelompok masing-masing mahasiswa memegang maksimal 3 siswa. Disisi lain, ternyata kami dapati, masih banyak siswa kelas 1 dan 2 ada yang belum bisa membaca.

Kegiatan pada hari Rabu 20 Februari 2019 masih sama dengan kegiatan pada hari sebelumnya yaitu Literasi Membaca yang dilakukan selama 15 menit, akan tetapi siswa yang terlibat adalah sebagian siswa kelas 2 dan semua siswa kelas 3 SD. Siswa kelas 2 sebagian sudah bisa membaca dan sebagian membaca masih menggunakan metode mengeja. Untuk siswa kelas 3 SD paling dominan yang sudah bisa membaca akan tetapi beberapa siswa membaca dengan mengeja kata. Setelah semuanya telah selesai, maka kegiatan selanjutnya yaitu memperbaiki perpustakaan SD dengan melakukan pengecetan ulang pada tembok perpustakaan, pengecatan tersebut juga dilakukan bersama dengan para siswa didik SDN 2 Desa Amansari yaitu cap jari pada tembok dan membentuk suatu bentuk pohon dari berbagai tangan-tangan siswa SDN 2 Desa Amansari.

Kegiatan pada hari Kamis 21 Februari 2019 dilakukan 2 kegiatan yaitu literasi membaca untuk siswa kelas 4 dan 5 SD. Untuk kelas 4 dan 5 SD apabila simpulkan secara keseluruhan, maka banyak siswa yang sudah bisa membaca dengan lancar. Kegiatan pada hari Jumat 22 Februari 2019 juga dilakukan 2 kegiatan. Pertama kegiatan literasi untuk siswa kelas 6 SD, untuk siswa kelas itu dalam hal membaca sudah baik dan membaca sudah lancar. Dari semua kegiatan yang dilakukan tertanggal dari Rabu 20 Februari 2019 hingga Jumat 22 Februari 2019 setelah literasi membaca, siswa akan diarahkan untuk mengecap tangannya ditembok yang disediakan.

2237 MsePSaCVEY2i7JfITMFJ8uhD4Berbarengan dengan itu, pada hari terakhir kami juga mengadakan pelatihan untuk 13 guru. Ibu Frieda (Dosen UDE UKRIDA) menjadi faslitator kegiatan ini. Harapannya, bapak ibu guru yang dilatih, akan melanjutkan program literasi ini kepada siswa SD Aman Sari 02. Kami sangat bersyukur melihat antusiasme guru dalam pelatihan tersebut. Harapannya, semoga dapat diaplikasikan dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi siswa dan akhhirnya membentuk pola hidup bersih dan sehat siswa-siswi SD Amansari 02.

Setelah mengikuti kegiatan KKN Citarum Harum kami mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran dan berteman dengan anak-anak desa tersebut. Melakukan kegiatan literasi terhadap anak dan mencoba anak tersebut menceritakan kembali tidak semudah yang dibayangkan. Untuk anak yang membaca masih dieja atau belum lancar maka harus diajarkan dasar membaca seperti cara membaca tanpa mengeja. Sangat dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membantu seorang anak membaca supaya dapat mengerti dan paham.

Program Kerja KKN Universitas Kristen Krida Wacana yaitu melakukan sebuah Gerakan Literasi Sekolah untuk menumbuhkan pola hidup sehat dan bersih.

2118 v8VzvbZsPCjnJw6dmXVBBcBAEDr. Thedy Yogasara, Staf Pengajar sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Industri, UNPAR, mempresentasikan pandangannya dalam salah satu sesi Guest Lecture Series di Program Studi Teknik Industri, UKRIDA, 25 Februari 2019. Kehadiran Dr. Thedy Yogasara ini merupakan salah satu buah tindak lanjut atas kerjasama “Lecturer Exchange program” antara UKRIDA-UNPAR.

2118 Janb2XymROajuY00XFRuGHSupPresentasi Dr. Thedy Yogasara, berjudul "Ergonomics & Design for Special Populations," mengeksplorasi dasar-dasar teoretis dan metodologis terkait bagaimana mengakomodasi perbedaan fisiologis manusia dalam desain produk yang digunakan sehari-hari. Dr. Thedy Yogasara juga menekankan pentingnya penerapan “Fit the Jobs/Products to the man” dalam desain, sehingga manusia dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan efektif.

Lebih fokus lagi, presentasi Dr. Thedy Yogasara menekankan pada desain berbasis ergonomi bagi “special groups”, seperti wanita hamil, orang tua, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Fokus presentasi menunjukkan pentingnya desain bagi “special groups” ini agar mereka dapat beraktivitas secara mandiri.

Menutup presentasinya, Dr. Thedy Yogasara memberikan tips bagi mahasiswa bagaimana memulai suatu tahapan desain produk berbasis ergonomi, dimulai dari ideas generation hingga user evaluation.

2118 40sfoLQ7bihHx lVn7ykybK2c

Dr. Ferry Jie, Associate Professor dibidang Supply Chain Management dari Edith Cowan University, Perth, Australia, berbagi pandangan dan pengetahuan tentang perkembangan revolusi industri 4.0 melalui kuliah umum di Program Studi Teknik Industri, UKRIDA pada 30 Januari 2019 yang lalu.

2116 5yOeV2sh0VLUw39PRv3hvCSRh

Selama presentasinya, Dr. Ferry Jie membahas perkembangan penelitian-penelitian terkait Internet of Things (IoT) dan perannya terhadap peningkatan kualitas hidup manusia, serta bagaimana IoT akan terus berperan dalam perubahan metode produksi, rantai pasok, maupun pemasaran produk. Dr. Ferry Jie juga membahas bagaimana IoT telah mendominasi sistem rantai pasok di Australia, dan bagaimana IoT ini telah menjadi bagian integral dari perubahan hubungan manusia dan mesin, prosedur operasi bisnis, dan strategi pemasaran konsumen.

2116 Z6g 5t2qgDw3yu1 RJjTDSiht

"Akses internet ke kepemilikan bisnis di Australia telah mampu mendorong produktivitas," kata Dr. Ferry jie. "Tetapi bagi Indonesia, khususnya, adalah fenomena yang relatif baru, dan perlu mendapat perhatian lebih intensif, agar manfaatnya lebih terasa ke semua lapisan masyarakat. Mahasiswa bisa menjadikan IoT sebagai topik penelitiannya, mengingat topik ini akan terus menjadi prioritas dalam 10 tahun mendatang".

1978 nCYjLFm5eI9J5betBq 3UTmtSudah tahukah kamu apa dan bagaimana pentingnya program studi Optometri? Di zaman yang semakin maju saat ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat dan tidak dapat dihindari, bahkan saat ini kehidupan kita sangat bergantung pada teknologi. Tanpa kita sadari penggunaan teknologi yang terus-menerus kita gunakan membuat mata mudah dan rentan mengalami kerusakan. Disinilah peran optometris sangatlah penting. Optometris dapat membantu memahami masalah penglihatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lebih baik melalui penglihatan yang lebih baik.

Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya. Optometri juga menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mendidik masyarakat tentang kesehatan mata, dan memberikan solusi atas berbagai keluhan terkait masalah penglihatan, khususnya karena kelainan refraksi mata yang memerlukan koreksi. Optometri merupakan filter pertama dalam pemeriksaan kesehatan mata sebelum pasien dirujuk ke Opthalmologis.

Sarjana Optometris memiliki wewenang untuk memeriksa ketajaman penglihatan seseorang secara teratur, memeriksa masalah kesehatan mata atau gangguan pengelihatan seperti kondisi mata rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme, serta memperbaiki dan merehabilitasi kelainan refraksi dengan meresepkan kacamata dan lensa kontak. Optometris juga dapat mendiagnosa beberapa kondisi seperti glaukoma, konjungtivitis dan retinopati diabetik. Seorang Optomteri dapat merujuk pasien ke dokter spesialis mata jika seorang pasien dicurigai memiliki penyakit mata. Selain itu, Optometris dilatih memahami secara mendalam berbagai macam instrumen yang berkaitan dengan penyakit mata dan perkembangan terkini dari peralatan tersebut serta semua kemampuan yang dimiliki oleh refraksionis-optisien.

1978 ihELy90IeuwS0kuqAyotwt2kNMenurut Global Vision Impairment Data 2015 (WHO), > 75% dari gangguan kesehatan mata sebenarnya dapat dicegah. Kerugian negara akibat kebutaan dan gangguan penglihatan akan sangat besar, karena seorang penderita menjadi tidak produktif. Perlu kita ketahui, bahwa di dunia ada 3 jenjang/jenis tenaga kesehatan mata, yaitu: dokter mata, optometris dan refrakto-optisi, saat ini di Indonesia, belum ada lulusan optometris. Pada kenyataannya kebutuhan akan sarjana terapan optometri sangat dibutuhkan untuk sekarang ataupun di masa yang akan datang.

Berangkat dari fenomena tersebut UKRIDA membuka program studi terbarunya yaitu Optometri dalam kegiatan pembelajaran. Berdiri di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, program studi sarjana terapan Optometri merupakan program strata-1 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Sehingga dapat dibayangkan seberapa besar peluang pekerjaan yang ada pada bidang tersebut dibandingkan dengan program studi lainnya.

Daftarkan dirimu segera di Optometri UKRIDA, bergabung menjadi pemimpin untuk masa depan dan kesehatan yang lebih baik! UKRIDA, take the lead!

1891 kqRVm9kp7pqMJQNEGuSRTi79YBagi sebagian orang, mungkin Anda sudah mengetahui dan bahkan berobat ke Klinik Arjuna. Lokasinya sangat dekat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana maupun RS UKRIDA, yaitu di Jalan Arjuna Utara No. 7 F dan G, diapit oleh sejumlah rumah toko (ruko), yang beberapa di antaranya adalah bank.

Klinik tiga lantai tersebut merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menyediakan berbagai layanan kesehatan seperti praktek dokter umum, dokter gigi, poli anak, maupun kebidanan. Sejak resmi dibuka pada 8 November 2018, klinik ini sudah menerima pasien dari dalam maupun luar UKRIDA.

Seperti dikutip dari wawancara Buletin RS UKRIDA, Parakarta, dengan dr. Arif Kusuma Wardhana, MARS, sebagai penanggung jawab Klinik Arjuna, “Visi Klinik Arjuna adalah menjadi klinik yang andal dan terpercaya, sebagai mitra kemanusiaan untuk menjadi sehat. Sementara misinya adalah melayani dengan kasih dan perhatian bagi pemulihan sesama, serta menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi pasien dan keluarga.” Maka, diharapkan klinik tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik bagi semua orang.

1891 Z2BNRo2afk6v4B0R1W54sKCFjMengenai biaya, jika Anda adalah pasien umum, Anda harus membayar sepuluh ribu rupiah untuk konsultasi dokter dan Rp 25 ribu untuk obat. Namun, jika ada tindakan yang perlu dilakukan, akan ada tambahan biaya yang dikenakan. Sementara itu, bagi karyawan UKRIDA, Anda cukup menunjukkan kartu identitas karyawan dan kartu asuransi. Lalu bagi mahasiswa UKRIDA, hanya perlu menunjukkan kartu mahasiswa saja.

Sekadar informasi, khusus di Februari hingga April 2019, Klinik Arjuna mengadakan promosi vaksinasi dan promosi khusus mahasiswa. Untuk vaksinasi influenza, Anda cukup membayar Rp 150 ribu. Lalu untuk vaksinasi human papillomavirus atau HPV (Gardasil), Anda akan dikenakan biaya sejumlah Rp 2,5 juta untuk tiga kali suntik.

Sementara bagi Anda, para mahasiswa, yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Anda cukup memperlihatkan kartu mahasiswa dan membayar Rp 120 ribu. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pemeriksaan kualitatif hepatitis B surface antigen (HBsAg) dan anti hepatitis B surface antibody (HBs), selain menunjukkan kartu mahasiwa, Anda perlu membayar sebesar Rp 150 ribu.

Selain itu, ada pula promosi pembersihan karang gigi atas dan bawah (scaling), dengan membayar Rp 115 ribu. Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Klinik Arjuna di nomor 021-22956858 extension 3000.

Nah, di samping Klinik Arjuna, ada klinik lain yang berada di bawah naungan PT Upadana Krista Dipta Arjasa, yaitu Klinik Pejagalan. Klinik yang berlokasi di Jalan Pejagalan No. 62 Blok A Kav. 21, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tepat di seberang Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya Pejagalan tersebut, merupakan hasil kerja sama PT Upadana Krista Dipta Arjasa dengan Gereja Kristen Reform Karismatik, selaku pemilik tempat.

1891 5LGdQgvr1Poba LwYCHhRHCWNSejak direnovasi pada Oktober 2018, kini Klinik Pejagalan masih berada di tahap persiapan, khususnya rekrutmen tim medis. Sementara untuk persiapan secara fisik, bisa dikatakan sudah rampung.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, Klinik Pejagalan didirikan dengan tujuan mengembangkan layanan kesehatan UKRIDA kepada masyarakat, secara khusus jemaat Gereja Kristen Reform Karismatik dan masyarakat di kawasan Pejagalan, meski tidak terbatas pada lingkup tersebut.

Satu hal yang menarik dan mungkin jarang ditemukan pada klinik kesehatan pada umumnya adalah layanan akupunktur medis, yang nantinya menjadi nilai tambah dari klinik tersebut. Menurut penjelasan dr. Danyel Suryana, MARS, penanggung jawab Klinik Pejagalan, akupunktur medis dipilih dengan mempertimbangkan faktor demografi, di mana banyak warga beretnis Tionghoa.

1891 efPyoIONHpTNVpH8PKAqPbRGTDi luar itu, masyarakat juga bisa mendapatkan layanan poliklinik dokter umum, poliklinik gigi, layanan imunisasi, medical check up atau cek kesehatan, dan layanan home care. Namun, masing-masing layanan ini akan dibuka secara bertahap. Artinya, saat dibuka nanti, belum semua layanan langsung tersedia.

Sekadar mengingatkan, jangan lupa untuk membaca Buletin RS UKRIDA, Parakarta, untuk memperoleh informasi terbaru seputar RS UKRIDA, Klinik Arjuna, Klinik Pejagalan, maupun berbagai artikel kesehatan lainnya. Salam! (Theresia J Christy)

Klinik Arjuna dan Klinik Pejagalan siap melayani Anda!

deklarasi narkoba 01Sebuah langkah besar dan prestasi telah dicapai oleh UKRIDA sebagai kampus pertama yang mendeklarasikan diri sebagai ‘Kampus Tanpa Narkoba’. Mengingat bahaya besar yang mengancam generasi muda dari penyalahgunaan Narkoba maka langkah ini sebagai bagian dari sikap dan posisi UKRIDA untuk tidak mentolerir segala bentuk penyalagunaan Narkoba di lingkungan kampus.

Kegiatan ini diawali pada bulan Agustus 2018, di mana sebanyak 650 mahasiswa baru UKRIDA telah mengikuti sidak tes urin dan dilanjutkan dengan seminar Tanpa Narkoba yang bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). Melalui tes tersebut sebanyak 650 mahasiswa baru UKRIDA dinyatakan bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

deklarasi narkoba 02Rangkaian kegiatan Kampus Tanpa Narkoba dilanjutkan dengan menyelenggarakan sidak tes urin kepada seluruh Civitas Akademika UKRIDA melalui sampel berjumlah 600 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyawan. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan Pusdokes Polri didapati bahwa seluruh sampel yang diambil dinyatakan negatif dari penyalahgunaan Narkoba.

Puncak acara diselenggarakan melalui seminar dan deklarasi yang bertemakan Kampus Tanpa Narkoba dan Seminar Menjaga Kampus dari Paham Terorisme dan Radikalisme. Acara dihadiri oleh Narasumber Brigjen Pol Drs. Edi Setio Budi Santoso dari Dirbintibmas Koorbimas Baharkam Polri, dan juga Kombes Pol Dr. Pramujoko Sp. F., DFM dari Kabiddokpol Pusdokes Polri. Hadir pula, Rektor UKRIDA Dr.Eng. Drs. Erning Wihardjo, M.Eng., M.Eng.Sc. serta MKK Karumkit Bhayangkara Sespimma Lemdiklat Polri Dr. Rini Afrianti, Kasat Bimas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Marbun SH MM, dan sekitar 700 mahasiswa UKRIDA ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jalan Arjuna Utara Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

deklarasi narkoba 03Perlu diketahui bahwa jumlah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia saat ini mencapai 5.1 juta jiwa. Jumlah ini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan bahkan dampaknya sudah sampai ke desa-desa. Setiap hari 50 orang meninggal dunia karena Narkoba. Untuk itu seluruh elemen bangsa sudah saatnya berkolaborasi dalam menanggulangi penyalahgunaan Narkoba sebelum jumlah terdampak penyalagunaan Narkoba semakin merajalela di Indonesia. Bagi UKRIDA ini adalah langkah nyata untuk ikut memberantas Narkoba khususnya di generasi muda. UKRIDA

Selamat datang di UKRIDA, Kampus Tanpa Narkoba, Kampus Bebas Narkoba!

3Di dalam dunia pendidikan, evaluasi pembelajaran merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian proses pembelajaran yang memegang peranan penting. Tenaga pendidik dituntut untuk mampu melakukan Evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah diberikan kepada peserta didik. Pada hakikatnya evaluasi tidak hanya dilakukan pada akhir proses pembelajaran, melainkan merupakan proses berkelanjutan sepanjang pelaksanaan pembelajaran.

Pada dasarnya, evaluasi pembelajaran adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap suatu pembelajaran dimana seorang pendidik mengukur atau menilai peserta didik dengan menggunakan alat tes. Tujuan evaluasi adalah untuk melakukan observasi terhadap proses belajar peserta didik, apakah sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang dan diterapkan, mengecek hasil belajar peserta didik apakah masih terdapat kekurangan atau tidak dalam proses pembelajaran, mencari solusi dari kekurangan yang dialami peserta didik, serta menyimpulkan seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kemampuan akhir yang ditargetkan.

1aDalam rangka membekali para dosen serta para calon dosen, Ukrida melalui Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, menyelenggarakan Learning Evaluation Design Training pada tanggal 13 Juli 2018. Pada kesempatan training kali ini menghadirkan Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. sebagai trainer. Kegiatan training diawali oleh Sambutan dari Wakil Rektor II, Ibu Dra. Mina Sulastri, M.S. Training yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tentang standar penilaian, baik standar patokan maupun normatif. Bapak Heru mensimulasikan proses penilaian, dilanjutkan dengan praktik oleh para peserta.

Pada sesi kedua, Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi tentang analisis butir soal. Pada sesi ini peserta berlatih untuk menganalisis efektifitas dari setiap soal yang telah dirancang. Peserta training yang berasal dari berbagai program studi, termasuk para calon dosen Program Studi Keperawatan terlihat sangat antusias dengan berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan training diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat oleh Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T.

2bMelalui training ini diharapkan para dosen maupun para calon dosen menguasai proses perancangan evaluasi pembelajaran serta mampu menganalisis hasil evaluasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

All Assessment is a Perpetual Work in Progress

training mass media 1Menyebarluaskan ide, gagasan, maupun opini merupakan salah satu tugas dari perguruan tinggi. Untuk itu, seorang dosen dituntut untuk mampu menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui media tulisan. Publikasi ide, gagasan, maupun opini dapat dilakukan melalui berbagai media yang ada saat ini, bukan hanya terbatas pada media cetak, melainkan juga media elektronik. Berbagai media elektronik dan media sosial yang tersedia saat ini memungkinkan penyebaran ide, gagasan, maupun opini secara lebih efektif dan efisien. Selain meningkatkan reputasi dari penulis, penyebarluasan ide, gagasan, maupun opini juga akan meningkatkan reputasi perguruan tinggi secara keseluruhan.

Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, memfasilitasi peningkatan keterampilan dosen, salah satunya dalam menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui media massa. training mass media 2Sebagai implementasi fungsi tersebut, pada tanggal 27 Juli 2018, Learning Resource Center (LRC) menyelenggarakan Training “How to Write for Mass Media” bagi para dosen Ukrida. Adapun pelatihan dibawakan oleh Sabar Subekti, wartawan dan penulis di media Satu Harapan. Training berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00, diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi di Ukrida. Di samping para dosen, beberapa orang mahasiswa dari kelas Creative Writing juga turut hadir di dalam training ini. Training dibuka dengan Kata Sambutan dari Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T. yang mengingatkan kembali akan pentingnya peran perguruan tinggi dalam penyebarluasan ide, gagasan, dan opini. Pada sesi I, pembicara membuka wawasan peserta dengan memberikan contoh-contoh ide dan gagasan dari kejadian serta fenomena yang ada di sekeliling masyarakat. Pada sesi II, pembicara memberikan wawasan terkait dengan teknik penulisan yang baik. Training ditutup dengan penyerahan plakat dari Wakil Rektor I, Amelia Makmur, S.T., M.T. kepada pembicara.

training mass media 3Melalui training ini diharapkan para dosen dapat mengembangkan dan menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui berbagai media yang tersedia. Dari training ini, para peserta berkomitmen untuk bergabung di dalam Komunitas Menulis Ukrida sebagai wadah untuk menghasilkan berbagai tulisan di media massa.

 

If you want to be a writer, you must do two things above all others:
read a lot and write a lot

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 20Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para dosen yang saat ini berhadapan dengan mahasiswa yang berasal dari Generasi Z perlu menyadari bahwa pola dan model belajar mahasiswa Generasi Z berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mahasiswa Generasi Z telah menjadikan teknologi sebagai partner belajar. Dosen tidak lagi menjadi pusat pembelajaran, melainkan mahasiswalah yang kini menjadi pusat dari pembelajaran tersebut. Untuk itu, diperlukan perubahan mind set dan pola pembelajaran di perguruan tinggi.

Sejak tahun 2016, Ukrida telah berkomitmen untuk mengembangkan model pembelajaran aktif dimana proses pembelajaran yang berlangsung menjadikan mahasiswa sebagai pusat dari proses pembelajaran tersebut. Sebagai salah satu wujud dari pengembangan model pembelajaran aktif, Ukrida melalui Learning Resource Center (LRC) telah menyusun dan mengajukan hibah Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa Memasuki Revolusi Industri 4.0 (PKP-PBMRI 4.0) 2018. Berkat rahmat Tuhan, tahun ini Ukrida mendapatkan kesempatan sebagai salah satu penerima hibah tersebut. Hibah PKP-PBMRI ini diharapkan akan menjadi pemicu dari serangkaian transformasi pembelajaran yang sedang berlangsung di Ukrida. Pada hibah ini, Program Studi Teknik Elektro, Psikologi, dan Sastra Inggris menjadi model percontohan. Diharapkan setelah periode hibah berakhir, pengembangan SCL sebagai salah satu model pembelajaran aktif di Ukrida dapat terus dilanjutkan untuk mata kuliah maupun program studi lainnya.

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 45Sebagai salah satu tahapan dari pelaksanaan Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018, pada tanggal 23 dan 24 Juli 2018 telah diadakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan workshop Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018. Adapun peserta sosialisasi dan workshop ini adalah para dosen yang telah terpilih sebagai model dan observer dari ketiga program studi sasaran hibah. Di samping itu, para dosen dari program studi lain di luar program studi sasaran juga diundang untuk mengikuti kegiatan ini, dengan harapan dapat mengajukan hibah di tahun berikutnya. Sebagai pembuka kegiatan, Ibu Amelia Makmur, S.T., M.T. selaku Wakil Rektor I memberikan Kata Sambutan. Dalam sambutannya, Ibu Amelia berharap agar para dosen dari program studi sasaran hibah dapat mengikuti dengan penuh seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 ini.

Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 diawali dengan penjelasan dari Bapak Dr. Sumar Hendayana, M.Sc., Tim PKP-PBMRI 4.0 2018 dari Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti selaku narasumber. Bapak Sumar juga menyampaikan tentang Lesson Study for Learning Community (LSLC). Pada hari kedua, para peserta berlatih menyusun Lesson Design dan Chapter Design sesuai dengan mata kuliahnya masing-masing. Pada sesi terakhir, Lesson Design dan Chapter Design yang telah disusun dipresentasikan untuk mendapatkan masukan dari peserta lainnya.

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 70Kegiatan sosialisasi dan workshop hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 ini diakhiri dengan pesan dan kesan dari para peserta. Sebelum menutup kegiatan, Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T. menyerahkan plakat kepada pembicara dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Melalui sosialisasi dan workshop ini diharapkan para dosen dari program studi sasaran dapat mempersiapkan dengan baik pelaksanaan hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 dengan target akhir publikasi di international conference.

Power Primarily with The Student
Halaman 1 dari 5
UKRIDA 200px
 

Universitas Kristen Krida Wacana

  • Kampus I
    Jl. Tanjung Duren Raya no. 4, Jakarta Barat
    Telp. 021 566 6952
    Fax. 021 566 6956
  • Kampus II
    Jl. Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat
    Telp. 021 5694 2061
    Fax. 021 563 1731
  • Kampus III
    Kokan Permata Blok A no. 6-8
    Jl. Boulevard Bukit Gading Raya
    Kelapa Gading – Jakarta Utara
    Telp. 021 294 50 999
    Fax. 021 294 51 374
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…