Artikel Ukrida

Artikel Ukrida (55)

Artikel Ukrida

1978 nCYjLFm5eI9J5betBq 3UTmtSudah tahukah kamu apa dan bagaimana pentingnya program studi Optometri? Di zaman yang semakin maju saat ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat dan tidak dapat dihindari, bahkan saat ini kehidupan kita sangat bergantung pada teknologi. Tanpa kita sadari penggunaan teknologi yang terus-menerus kita gunakan membuat mata mudah dan rentan mengalami kerusakan. Disinilah peran optometris sangatlah penting. Optometris dapat membantu memahami masalah penglihatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lebih baik melalui penglihatan yang lebih baik.

Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya. Optometri juga menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mendidik masyarakat tentang kesehatan mata, dan memberikan solusi atas berbagai keluhan terkait masalah penglihatan, khususnya karena kelainan refraksi mata yang memerlukan koreksi. Optometri merupakan filter pertama dalam pemeriksaan kesehatan mata sebelum pasien dirujuk ke Opthalmologis.

Sarjana Optometris memiliki wewenang untuk memeriksa ketajaman penglihatan seseorang secara teratur, memeriksa masalah kesehatan mata atau gangguan pengelihatan seperti kondisi mata rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme, serta memperbaiki dan merehabilitasi kelainan refraksi dengan meresepkan kacamata dan lensa kontak. Optometris juga dapat mendiagnosa beberapa kondisi seperti glaukoma, konjungtivitis dan retinopati diabetik. Seorang Optomteri dapat merujuk pasien ke dokter spesialis mata jika seorang pasien dicurigai memiliki penyakit mata. Selain itu, Optometris dilatih memahami secara mendalam berbagai macam instrumen yang berkaitan dengan penyakit mata dan perkembangan terkini dari peralatan tersebut serta semua kemampuan yang dimiliki oleh refraksionis-optisien.

1978 ihELy90IeuwS0kuqAyotwt2kNMenurut Global Vision Impairment Data 2015 (WHO), > 75% dari gangguan kesehatan mata sebenarnya dapat dicegah. Kerugian negara akibat kebutaan dan gangguan penglihatan akan sangat besar, karena seorang penderita menjadi tidak produktif. Perlu kita ketahui, bahwa di dunia ada 3 jenjang/jenis tenaga kesehatan mata, yaitu: dokter mata, optometris dan refrakto-optisi, saat ini di Indonesia, belum ada lulusan optometris. Pada kenyataannya kebutuhan akan sarjana terapan optometri sangat dibutuhkan untuk sekarang ataupun di masa yang akan datang.

Berangkat dari fenomena tersebut UKRIDA membuka program studi terbarunya yaitu Optometri dalam kegiatan pembelajaran. Berdiri di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, program studi sarjana terapan Optometri merupakan program strata-1 pertama dan satu-satunya di Indonesia. Sehingga dapat dibayangkan seberapa besar peluang pekerjaan yang ada pada bidang tersebut dibandingkan dengan program studi lainnya.

Daftarkan dirimu segera di Optometri UKRIDA, bergabung menjadi pemimpin untuk masa depan dan kesehatan yang lebih baik! UKRIDA, take the lead!

1891 kqRVm9kp7pqMJQNEGuSRTi79YBagi sebagian orang, mungkin Anda sudah mengetahui dan bahkan berobat ke Klinik Arjuna. Lokasinya sangat dekat dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana maupun RS UKRIDA, yaitu di Jalan Arjuna Utara No. 7 F dan G, diapit oleh sejumlah rumah toko (ruko), yang beberapa di antaranya adalah bank.

Klinik tiga lantai tersebut merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menyediakan berbagai layanan kesehatan seperti praktek dokter umum, dokter gigi, poli anak, maupun kebidanan. Sejak resmi dibuka pada 8 November 2018, klinik ini sudah menerima pasien dari dalam maupun luar UKRIDA.

Seperti dikutip dari wawancara Buletin RS UKRIDA, Parakarta, dengan dr. Arif Kusuma Wardhana, MARS, sebagai penanggung jawab Klinik Arjuna, “Visi Klinik Arjuna adalah menjadi klinik yang andal dan terpercaya, sebagai mitra kemanusiaan untuk menjadi sehat. Sementara misinya adalah melayani dengan kasih dan perhatian bagi pemulihan sesama, serta menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi pasien dan keluarga.” Maka, diharapkan klinik tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik bagi semua orang.

1891 Z2BNRo2afk6v4B0R1W54sKCFjMengenai biaya, jika Anda adalah pasien umum, Anda harus membayar sepuluh ribu rupiah untuk konsultasi dokter dan Rp 25 ribu untuk obat. Namun, jika ada tindakan yang perlu dilakukan, akan ada tambahan biaya yang dikenakan. Sementara itu, bagi karyawan UKRIDA, Anda cukup menunjukkan kartu identitas karyawan dan kartu asuransi. Lalu bagi mahasiswa UKRIDA, hanya perlu menunjukkan kartu mahasiswa saja.

Sekadar informasi, khusus di Februari hingga April 2019, Klinik Arjuna mengadakan promosi vaksinasi dan promosi khusus mahasiswa. Untuk vaksinasi influenza, Anda cukup membayar Rp 150 ribu. Lalu untuk vaksinasi human papillomavirus atau HPV (Gardasil), Anda akan dikenakan biaya sejumlah Rp 2,5 juta untuk tiga kali suntik.

Sementara bagi Anda, para mahasiswa, yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Anda cukup memperlihatkan kartu mahasiswa dan membayar Rp 120 ribu. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pemeriksaan kualitatif hepatitis B surface antigen (HBsAg) dan anti hepatitis B surface antibody (HBs), selain menunjukkan kartu mahasiwa, Anda perlu membayar sebesar Rp 150 ribu.

Selain itu, ada pula promosi pembersihan karang gigi atas dan bawah (scaling), dengan membayar Rp 115 ribu. Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Klinik Arjuna di nomor 021-22956858 extension 3000.

Nah, di samping Klinik Arjuna, ada klinik lain yang berada di bawah naungan PT Upadana Krista Dipta Arjasa, yaitu Klinik Pejagalan. Klinik yang berlokasi di Jalan Pejagalan No. 62 Blok A Kav. 21, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tepat di seberang Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya Pejagalan tersebut, merupakan hasil kerja sama PT Upadana Krista Dipta Arjasa dengan Gereja Kristen Reform Karismatik, selaku pemilik tempat.

1891 5LGdQgvr1Poba LwYCHhRHCWNSejak direnovasi pada Oktober 2018, kini Klinik Pejagalan masih berada di tahap persiapan, khususnya rekrutmen tim medis. Sementara untuk persiapan secara fisik, bisa dikatakan sudah rampung.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, Klinik Pejagalan didirikan dengan tujuan mengembangkan layanan kesehatan UKRIDA kepada masyarakat, secara khusus jemaat Gereja Kristen Reform Karismatik dan masyarakat di kawasan Pejagalan, meski tidak terbatas pada lingkup tersebut.

Satu hal yang menarik dan mungkin jarang ditemukan pada klinik kesehatan pada umumnya adalah layanan akupunktur medis, yang nantinya menjadi nilai tambah dari klinik tersebut. Menurut penjelasan dr. Danyel Suryana, MARS, penanggung jawab Klinik Pejagalan, akupunktur medis dipilih dengan mempertimbangkan faktor demografi, di mana banyak warga beretnis Tionghoa.

1891 efPyoIONHpTNVpH8PKAqPbRGTDi luar itu, masyarakat juga bisa mendapatkan layanan poliklinik dokter umum, poliklinik gigi, layanan imunisasi, medical check up atau cek kesehatan, dan layanan home care. Namun, masing-masing layanan ini akan dibuka secara bertahap. Artinya, saat dibuka nanti, belum semua layanan langsung tersedia.

Sekadar mengingatkan, jangan lupa untuk membaca Buletin RS UKRIDA, Parakarta, untuk memperoleh informasi terbaru seputar RS UKRIDA, Klinik Arjuna, Klinik Pejagalan, maupun berbagai artikel kesehatan lainnya. Salam! (Theresia J Christy)

Klinik Arjuna dan Klinik Pejagalan siap melayani Anda!

Senin, 11 Februari 2019 00:42

UKRIDA Kampus Pertama Deklarasi Tanpa Narkoba

Written by

deklarasi narkoba 01Sebuah langkah besar dan prestasi telah dicapai oleh UKRIDA sebagai kampus pertama yang mendeklarasikan diri sebagai ‘Kampus Tanpa Narkoba’. Mengingat bahaya besar yang mengancam generasi muda dari penyalahgunaan Narkoba maka langkah ini sebagai bagian dari sikap dan posisi UKRIDA untuk tidak mentolerir segala bentuk penyalagunaan Narkoba di lingkungan kampus.

Kegiatan ini diawali pada bulan Agustus 2018, di mana sebanyak 650 mahasiswa baru UKRIDA telah mengikuti sidak tes urin dan dilanjutkan dengan seminar Tanpa Narkoba yang bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). Melalui tes tersebut sebanyak 650 mahasiswa baru UKRIDA dinyatakan bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

deklarasi narkoba 02Rangkaian kegiatan Kampus Tanpa Narkoba dilanjutkan dengan menyelenggarakan sidak tes urin kepada seluruh Civitas Akademika UKRIDA melalui sampel berjumlah 600 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan karyawan. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan Pusdokes Polri didapati bahwa seluruh sampel yang diambil dinyatakan negatif dari penyalahgunaan Narkoba.

Puncak acara diselenggarakan melalui seminar dan deklarasi yang bertemakan Kampus Tanpa Narkoba dan Seminar Menjaga Kampus dari Paham Terorisme dan Radikalisme. Acara dihadiri oleh Narasumber Brigjen Pol Drs. Edi Setio Budi Santoso dari Dirbintibmas Koorbimas Baharkam Polri, dan juga Kombes Pol Dr. Pramujoko Sp. F., DFM dari Kabiddokpol Pusdokes Polri. Hadir pula, Rektor UKRIDA Dr.Eng. Drs. Erning Wihardjo, M.Eng., M.Eng.Sc. serta MKK Karumkit Bhayangkara Sespimma Lemdiklat Polri Dr. Rini Afrianti, Kasat Bimas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Marbun SH MM, dan sekitar 700 mahasiswa UKRIDA ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jalan Arjuna Utara Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

deklarasi narkoba 03Perlu diketahui bahwa jumlah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia saat ini mencapai 5.1 juta jiwa. Jumlah ini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan bahkan dampaknya sudah sampai ke desa-desa. Setiap hari 50 orang meninggal dunia karena Narkoba. Untuk itu seluruh elemen bangsa sudah saatnya berkolaborasi dalam menanggulangi penyalahgunaan Narkoba sebelum jumlah terdampak penyalagunaan Narkoba semakin merajalela di Indonesia. Bagi UKRIDA ini adalah langkah nyata untuk ikut memberantas Narkoba khususnya di generasi muda. UKRIDA

Selamat datang di UKRIDA, Kampus Tanpa Narkoba, Kampus Bebas Narkoba!

3Di dalam dunia pendidikan, evaluasi pembelajaran merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian proses pembelajaran yang memegang peranan penting. Tenaga pendidik dituntut untuk mampu melakukan Evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah diberikan kepada peserta didik. Pada hakikatnya evaluasi tidak hanya dilakukan pada akhir proses pembelajaran, melainkan merupakan proses berkelanjutan sepanjang pelaksanaan pembelajaran.

Pada dasarnya, evaluasi pembelajaran adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap suatu pembelajaran dimana seorang pendidik mengukur atau menilai peserta didik dengan menggunakan alat tes. Tujuan evaluasi adalah untuk melakukan observasi terhadap proses belajar peserta didik, apakah sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang dan diterapkan, mengecek hasil belajar peserta didik apakah masih terdapat kekurangan atau tidak dalam proses pembelajaran, mencari solusi dari kekurangan yang dialami peserta didik, serta menyimpulkan seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kemampuan akhir yang ditargetkan.

1aDalam rangka membekali para dosen serta para calon dosen, Ukrida melalui Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, menyelenggarakan Learning Evaluation Design Training pada tanggal 13 Juli 2018. Pada kesempatan training kali ini menghadirkan Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. sebagai trainer. Kegiatan training diawali oleh Sambutan dari Wakil Rektor II, Ibu Dra. Mina Sulastri, M.S. Training yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tentang standar penilaian, baik standar patokan maupun normatif. Bapak Heru mensimulasikan proses penilaian, dilanjutkan dengan praktik oleh para peserta.

Pada sesi kedua, Dr. Heru Santosa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi tentang analisis butir soal. Pada sesi ini peserta berlatih untuk menganalisis efektifitas dari setiap soal yang telah dirancang. Peserta training yang berasal dari berbagai program studi, termasuk para calon dosen Program Studi Keperawatan terlihat sangat antusias dengan berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan training diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat oleh Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T.

2bMelalui training ini diharapkan para dosen maupun para calon dosen menguasai proses perancangan evaluasi pembelajaran serta mampu menganalisis hasil evaluasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

All Assessment is a Perpetual Work in Progress

training mass media 1Menyebarluaskan ide, gagasan, maupun opini merupakan salah satu tugas dari perguruan tinggi. Untuk itu, seorang dosen dituntut untuk mampu menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui media tulisan. Publikasi ide, gagasan, maupun opini dapat dilakukan melalui berbagai media yang ada saat ini, bukan hanya terbatas pada media cetak, melainkan juga media elektronik. Berbagai media elektronik dan media sosial yang tersedia saat ini memungkinkan penyebaran ide, gagasan, maupun opini secara lebih efektif dan efisien. Selain meningkatkan reputasi dari penulis, penyebarluasan ide, gagasan, maupun opini juga akan meningkatkan reputasi perguruan tinggi secara keseluruhan.

Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, memfasilitasi peningkatan keterampilan dosen, salah satunya dalam menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui media massa. training mass media 2Sebagai implementasi fungsi tersebut, pada tanggal 27 Juli 2018, Learning Resource Center (LRC) menyelenggarakan Training “How to Write for Mass Media” bagi para dosen Ukrida. Adapun pelatihan dibawakan oleh Sabar Subekti, wartawan dan penulis di media Satu Harapan. Training berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00, diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi di Ukrida. Di samping para dosen, beberapa orang mahasiswa dari kelas Creative Writing juga turut hadir di dalam training ini. Training dibuka dengan Kata Sambutan dari Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T. yang mengingatkan kembali akan pentingnya peran perguruan tinggi dalam penyebarluasan ide, gagasan, dan opini. Pada sesi I, pembicara membuka wawasan peserta dengan memberikan contoh-contoh ide dan gagasan dari kejadian serta fenomena yang ada di sekeliling masyarakat. Pada sesi II, pembicara memberikan wawasan terkait dengan teknik penulisan yang baik. Training ditutup dengan penyerahan plakat dari Wakil Rektor I, Amelia Makmur, S.T., M.T. kepada pembicara.

training mass media 3Melalui training ini diharapkan para dosen dapat mengembangkan dan menuangkan ide, gagasan, maupun opini melalui berbagai media yang tersedia. Dari training ini, para peserta berkomitmen untuk bergabung di dalam Komunitas Menulis Ukrida sebagai wadah untuk menghasilkan berbagai tulisan di media massa.

 

If you want to be a writer, you must do two things above all others:
read a lot and write a lot

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 20Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para dosen yang saat ini berhadapan dengan mahasiswa yang berasal dari Generasi Z perlu menyadari bahwa pola dan model belajar mahasiswa Generasi Z berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mahasiswa Generasi Z telah menjadikan teknologi sebagai partner belajar. Dosen tidak lagi menjadi pusat pembelajaran, melainkan mahasiswalah yang kini menjadi pusat dari pembelajaran tersebut. Untuk itu, diperlukan perubahan mind set dan pola pembelajaran di perguruan tinggi.

Sejak tahun 2016, Ukrida telah berkomitmen untuk mengembangkan model pembelajaran aktif dimana proses pembelajaran yang berlangsung menjadikan mahasiswa sebagai pusat dari proses pembelajaran tersebut. Sebagai salah satu wujud dari pengembangan model pembelajaran aktif, Ukrida melalui Learning Resource Center (LRC) telah menyusun dan mengajukan hibah Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa Memasuki Revolusi Industri 4.0 (PKP-PBMRI 4.0) 2018. Berkat rahmat Tuhan, tahun ini Ukrida mendapatkan kesempatan sebagai salah satu penerima hibah tersebut. Hibah PKP-PBMRI ini diharapkan akan menjadi pemicu dari serangkaian transformasi pembelajaran yang sedang berlangsung di Ukrida. Pada hibah ini, Program Studi Teknik Elektro, Psikologi, dan Sastra Inggris menjadi model percontohan. Diharapkan setelah periode hibah berakhir, pengembangan SCL sebagai salah satu model pembelajaran aktif di Ukrida dapat terus dilanjutkan untuk mata kuliah maupun program studi lainnya.

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 45Sebagai salah satu tahapan dari pelaksanaan Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018, pada tanggal 23 dan 24 Juli 2018 telah diadakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan workshop Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018. Adapun peserta sosialisasi dan workshop ini adalah para dosen yang telah terpilih sebagai model dan observer dari ketiga program studi sasaran hibah. Di samping itu, para dosen dari program studi lain di luar program studi sasaran juga diundang untuk mengikuti kegiatan ini, dengan harapan dapat mengajukan hibah di tahun berikutnya. Sebagai pembuka kegiatan, Ibu Amelia Makmur, S.T., M.T. selaku Wakil Rektor I memberikan Kata Sambutan. Dalam sambutannya, Ibu Amelia berharap agar para dosen dari program studi sasaran hibah dapat mengikuti dengan penuh seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 ini.

Kegiatan Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 diawali dengan penjelasan dari Bapak Dr. Sumar Hendayana, M.Sc., Tim PKP-PBMRI 4.0 2018 dari Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti selaku narasumber. Bapak Sumar juga menyampaikan tentang Lesson Study for Learning Community (LSLC). Pada hari kedua, para peserta berlatih menyusun Lesson Design dan Chapter Design sesuai dengan mata kuliahnya masing-masing. Pada sesi terakhir, Lesson Design dan Chapter Design yang telah disusun dipresentasikan untuk mendapatkan masukan dari peserta lainnya.

Sosialisasi dan Workshop Hibah PKP PBMRI 23 24 Juli 2018 70Kegiatan sosialisasi dan workshop hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 ini diakhiri dengan pesan dan kesan dari para peserta. Sebelum menutup kegiatan, Kepala LRC, Eddy Wijanto, S.T., M.T. menyerahkan plakat kepada pembicara dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Melalui sosialisasi dan workshop ini diharapkan para dosen dari program studi sasaran dapat mempersiapkan dengan baik pelaksanaan hibah PKP-PBMRI 4.0 2018 dengan target akhir publikasi di international conference.

Power Primarily with The Student
Rabu, 11 Juli 2018 00:00

Pelatihan Google Apps

Written by

informatika ukrida 02Program Studi Teknik Informatika UKRIDA pada 10 Juli 2018 mengadakan pelatihan Google Apps bagi Guru-guru SMAK dan SMPK Penabur Tasikmalaya. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dan berlangsung di ruang laboratorium SMA sejak pkl. 08.00-16.00 WIB.

Sebagai pemateri adalah Nina Sevani dan Benisius Anu (dosen Program Studi Teknik Informatika) yang secara bergantian membawakan materi tentang Google Apps seperti mail, drive, calendar, form dan classroom.informatika ukrida 01

Pelatihan ini bertujuan untuk melatih para guru dalam memanfaatkan Google Apps untuk menunjang aktifitas pembelajaran di sekolah. Umumnya para Guru sudah terbiasa menggunakan email hanya saja belum pernah mencoba menggunakan aplikasi lainnya yang ada dalam paket Google Apps. 

Pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama Program Studi Teknik Informatika UKRIDA dan Yayasan BPK Penabur Jawa Barat. Sebelumnya pelatihan sejenis ini juga telah dilaksanakan sejak tahun 2016 di beberapa sekolah Penabur seperti SMAK Penabur Cirebon, Sukabumi dan Lampung.

Training Sertifikasi Dosen 22 Mei 2018 45 after compressPendidikan merupakan bangunan utama dalam sebuah peradaban. Sedemikian pentingnya pendidikan, sehingga setiap negara menaruh perhatian besar pada pembangunan di bidang ini, tidak terkecuali Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, Indonesia telah memberikan perhatian cukup besar pada aspek pendidikan. Tidak hanya alokasi anggaran yang mencapai 20% dari APBN, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi juga telah melakukan berbagai upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan, yang juga telah diamanatkan oleh undang-undang, adalah Sertifikasi Pendidik. Sertifikat pendidik merupakan bukti formal pengakuan akan profesionalitas yang diberikan kepada dosen sebagai tenaga profesional. Sesuai dengan amanat undang-undang, seluruh guru dan dosen di Indonesia harus tersertifikasi paling lambat 10 tahun sejak diundangkan.

 

Training Sertifikasi Dosen 22 Mei 2018 74 after compress

Dalam rangka membekali para dosen yang belum tersertifikasi serta meningkatkan wawasan dosen yang telah tersertifikasi mengenai beban kerja dosen, Ukrida melalui Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, menyelenggarakan Training Sertifikasi Dosen pada tanggal 22 Mei 2018. Training Sertifikasi Dosen diadakan secara berkala di Ukrida, pada kesempatan kali ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd., Ketua Tim Sertifikasi Dosen di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., salah seorang Tim Penilai Sertifikasi Dosen dan Jenjang Jabatan Akademik Kopertis Wilayah III. Kegiatan training diawali oleh Sambutan dari Wakil Rektor II, Ibu Dra. Mina Sulastri, M.S. Training yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 terbagi dalam 2 (dua) sesi. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd. menyampaikan tentang rencana perubahan sistem dalam pengurusan Sertifikasi Dosen, Beban Kerja Dosen, dan Jenjang Jabatan Akademik, yang dikenal sebagai Sister (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi).

 

Prof. Ivan juga menyampaikan mengenai tahapan dari proses Sertifikasi Dosen, dimulai dari data D1 sampai dengan D5 serta penilaian dari Deskripsi Diri dan komponen lainnya. Prof. Ivan juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2018 terdapat kuota 10.000 dosen yang akan disertifikasi dan sebanyak 7.000 dosen telah tersertifikasi pada Batch I, diharapkan para dosen Ukrida yang sudah eligible dapat ikut dalam proses sertifikasi Batch II. Training dilanjutkan dengan Sesi II, dibawakan oleh Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan penjelasan terkait Pedoman Pelaporan Beban Kerja Dosen, khususnya pedoman yang berlaku di Kopertis Wilayah III. Prof. Sofia juga memperlihatkan cara pengisian Beban Kerja Dosen, khususnya bagi dosen yang baru dinyatakan lulus dalam proses sertifikasi dosen Batch I 2018. Peserta training yang mencapai 70 orang terlihat sangat antusias dengan berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan training diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat oleh Wakil Rektor I, Ibu Amelia Makmur, S.T., M.T.

Training Sertifikasi Dosen 22 Mei 2018 126 after compress

Melalui training ini diharapkan para dosen yang belum tersertifikasi dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sehingga dapat lulus sertifikasi, sedangkan bagi para dosen yang telah tersertifikasi agar dapat mempersiapkan pelaporan Beban Kerja Dosen dengan lebih baik lagi.

All Real Education is The Architecture of The Soul

Selasa, 08 Mei 2018 06:46

Seminar Workshop Online Testing

Written by

IMG 20180504 WA0000Pada tanggal 4 Mei 2018, Pusat Layanan Psikologi menyelenggarakan seminar dengan tema Online Testing di Universitas Kristen Krida Wacana. Seminar ini bicara mengenai proses pembuatan online survey yang sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang berkualitas. Pelatihan ini meliputi design dan implementasi dari online survey. Sesi online testing ini berfokus pada basic dari desain kuesioner dan pembuatan online survey dengan menggunakan open source survey (Limesurvey). Seminar yang dibawakan oleh Bapak Ngadiman Djaja, Ph.D. ini dihadiri oleh 12 peserta yang mayoritas memiliki peran sebagai mahasiswa tingkat akhir dan dosen psikometri. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti seminar Online Testing. Hal tersebut dilihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab dan diskusi serta respon beragam selama seminar berlangsung.

Learning Media Development Training 20 April 2018 16Media Pembelajaran merupakan salah satu unsur yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran. Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh dosen berfungsi dalam memperjelas pesan yang disampaikan sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien. Dalam era teknologi informasi dan komunikasi saat ini, tersedia berbagai media pembelajaran berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.

Learning Media Development Training 20 April 2018 25Learning Resource Center (LRC) sebagai unit yang mewadahi pengembangan pembelajaran, memfasilitasi peningkatan keterampilan dosen dalam mengembangkan dan memanfaatkan berbagai media dalam proses pembelajaran. Sebagai implementasi fungsi tersebut, pada tanggal 20 April 2018, Learning Resource Center (LRC) menyelenggarakan Learning Media Development Training bagi para dosen Ukrida. Adapun pelatihan dibawakan oleh Dr. Cepi Riyana, M.Pd., Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Training berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00, diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi di Ukrida. Pembicara memberikan wawasan terkait dengan pilar-pilar utama yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan, dimana salah satunya adalah media pembelajaran. Media pembelajaran memegang peranan penting dalam suatu proses pembelajaran. Pembicara juga memberikan beberapa contoh media-media yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, baik blended learning maupun fully online learning. Peserta juga diberikan gambaran tentang prediksi teknologi pembelajaran yang akan berkembang di masa mendatang. Pada akhir sesi, diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan kepada dua orang peserta terbaik diberikan kenang-kenangan berupa buku Model Pembelajaran.

Learning Media Development Training 20 April 2018 36

Learning doesn’t end in the classroom
Melalui training ini diharapkan para dosen dapat mengembangkan dan menerapkan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi di dalam perkuliahan sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan karakteristik mahasiswa saat ini yang berasal dari generasi Z.

Halaman 1 dari 4
UKRIDA 200px
 

Universitas Kristen Krida Wacana

  • Kampus I
    Jl. Tanjung Duren Raya no. 4, Jakarta Barat
    Telp. 021 566 6952
    Fax. 021 566 6956
  • Kampus II
    Jl. Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat
    Telp. 021 5694 2061
    Fax. 021 563 1731
  • Kampus III
    Kokan Permata Blok A no. 6-8
    Jl. Boulevard Bukit Gading Raya
    Kelapa Gading – Jakarta Utara
    Telp. 021 294 50 999
    Fax. 021 294 51 374
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…