Kamis, 05 November 2015 00:00

Mengenal Instrumen Investasi di Pasar Modal

Written by 
Rate this item
(2 votes)

inv

Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu saat ini, yang ditandai dengan menurunnya harga saham, justru menjadi peluang bagi kita untuk berinvestasi di pasar modal. Investasi di pasar modal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara aktif maupun pasif.

Yang dimaksud dengan investasi secara aktif adalah dengan membeli saham yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia sedangkan yang dimaksud dengan investasi  secara pasif adalah dengan cara berinvestasi melalui obligasi dan reksadana.

Investasi Saham

Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik yang menerbitkan surat berharga tersebut. Karena itu, saham juga disebut surat berharga. Tetapi, saat ini perdagangan saham di Bursa  Efek  Indonesia sudah tanpa wujud  fisik. Semua dicatat dalam rekening ata snama pemilik. Hal tersebut supaya penyelesaian transaksi saham semakin mudah dan cepat. Saham ditinjau dari segi kemampuan dan hak tagih atau klaim terdiri atas Saham Biasa (Common Stock) dan Saham Preferen(PreferredStock).

Saham Biasa(CommonStock) adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagian pendapatan tetap/deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung risiko kerugian yang diderita perusahan.

Saham Preferen(Preferred Stock) adalah saham yang  pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapatkan dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa, seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusaha sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran deviden preferen agar tidak lengser.

Saham(stock)merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Adapun Keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:

Dividen

Merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RPUS.

Capital Gain

Merupakanselisih antarahargabelidanhargajual.Capitalgainterbentukdengan adanya aktivitas perdangangansaham di pasarsekunder.

Risiko dalam memiliki saham:

Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain,yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Risiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini, hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Investasi saham dikategorikan sebagai investasi secara aktif karena dalam berinvestasi para investor dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan analisis, baik secara mikro maupun makro terhadap saham yang akan dibeli serta harus rutin memonitor pergerakan harga saham dimilikinya untuk bisa mendapatkan keuntungan.

Investasi Obligasi dan Reksadana

Obligasi (Bonds)merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan,yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada  pihak pembeli obligasi tersebut. Pemberi obligasi bisa pemerintah, pemerintah daerah,ataupun perusahaan. Obligasi memberikan keuntungan, baik bagi perusahaan maupun investor. Keuntungan bagi  perusahaan lebih ditujukan untuk meningkatkan modal perusahaan sedangkan keuntungan obligasi bagi investor adalah pendapatan bunga(dalam bahasa investasi obligasi bunga disebut kupon). Adapun obligasi yang tidak memberikan bunga disebut Zero Coupon Bond.

Reksa Dana(MutualFund)adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke portofolio efek oleh manajer investasi. Reksa Dana merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat  pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan tidak memiliki kemampuan serta pengetahuan untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Selain itu, Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Reksa Dana dapat diinvestasikan dalam empat bentuk,yaitu Reksa Dana yang dapa tmenjadi bentuk Saham, Pendapatan Tetap(Obligasi) dan Campuran(Saham dan Obligasi),dan Reksa Dana Pasar Uang.

Reksa Dana biasanya menerbitkan unit yang bisa dibeli atau dijual kembali saat diperlukan,yang disebut dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Imbal hasil investasi reksa dana diperoleh dengan cara menghitung jumlah unit penyertaan reksa dana yang dimiliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksa dana.

Investasi dengan membeli obligasi dan reksadana dikatakan sebagai investasi secara pasif karena kita sebagai investor tidak perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisis instrumen investasi yang dimiliki dan pada setiap periode yang telah ditentukan kita akan mendapatkan keuntungan berupa bunga obligasi atau return dari reksadana.

(diolah dari berbagai sumber)

Untuk belajar lebih jauh mengenai investasi di pasar modal dapat menghubungi Galeri investasi Ukrida:

Gedung A Lantai Dasar
Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Tanjung Duren Raya No.4
Telp : 021-5666952 ext 1115

unit.ukrida.ac.id/gi

Line              : @jua4065i

Facebook      : Galeri Investasi BEI Ukrida

Read 13457 times Last modified on Kamis, 05 November 2015 04:16
UKRIDA 200px
 

Universitas Kristen Krida Wacana

  • Kampus I
    Jl. Tanjung Duren Raya no. 4, Jakarta Barat
    Telp. 021 566 6952
    Fax. 021 566 6956
  • Kampus II
    Jl. Arjuna Utara no. 6, Jakarta Barat
    Telp. 021 5694 2061
    Fax. 021 563 1731
  • Kampus III
    Kokan Permata Blok A no. 6-8
    Jl. Boulevard Bukit Gading Raya
    Kelapa Gading – Jakarta Utara
    Telp. 021 294 50 999
    Fax. 021 294 51 374
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…